Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Imma
● online
Imma
● online
Halo, perkenalkan saya Imma
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup
  • Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
  • Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
  • Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Beranda » Blog » Selempang untuk Tujuh Pejuang Inklusi, Ojol Mandiri dan Difabel Kredibel Kini Punya Rumah Digital

Selempang untuk Tujuh Pejuang Inklusi, Ojol Mandiri dan Difabel Kredibel Kini Punya Rumah Digital

Diposting pada 3 June 2026 oleh admin / Dilihat: 143 kali / Kategori: , ,
Momentum Kebersamaan dalam Event Launching imabel.net Portal Berita sekaligus Toko Online Milik Koperasi Inklusif Daya Sinergi Perkasa Jawa Timur

Momentum Kebersamaan dalam Event Launching imabel.net Portal Berita sekaligus Toko Online Milik Koperasi Inklusif Daya Sinergi Perkasa Jawa Timur

Imabel.net — Sore itu di Eyala Cafe Kenjeran bukan sekadar kopi dan obrolan biasa. Ada energi besar yang berkumpul saat ratusan anggota Komunitas Ojol Mandiri dan puluhan keluarga dari Difabel Kredibel memadati ruangan. Selasa (2/6/2026) pukul 15.00 WIB, sebuah gerakan baru untuk kesetaraan diluncurkan di bawah tema “Surabaya Wani Ramah Inklusi”.

Puncak dari acara itu adalah peluncuran website imabel.net, sebuah rumah digital yang dirancang khusus agar produk dan jasa dari kaum difabel serta pengemudi ojek online tidak lagi tersembunyi.

Panggung sore itu bukan hanya milik pejabat, tetapi juga milik mereka yang selama ini kerap terpinggirkan. Luthfi Nur Zaman duduk sebagai moderator. Pria yang akrab disapa Cak Lutfi ini bukan sekadar pembawa acara. Ia adalah Pembina Komunitas Inklusif Ojol Mandiri dan Difabel Kredibel sekaligus Pengawas Koperasi Inklusif Daya Sinergi Perkasa Jawa Timur. Dengan gayanya yang santai namun penuh makna, ia mengalirkan diskusi dari satu narasumber ke narasumber lain, memastikan setiap suara terdengar dan setiap program dijelaskan secara gamblang.

Bukan Sekadar Selempang, Ini Pengakuan Karya

Salah satu momen paling emosional adalah ketika tujuh nama dipanggil satu per satu untuk disematkan selempang Difabel Kredibel. Mereka bukan sekadar penerima simbol, tetapi representasi dari ribuan cerita perjuangan yang selama ini berlangsung senyap.

– Keisya Aizatul Azzira (16), siswa SLB-B Negeri Karya Mulia dengan kondisi tuli, telah membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghalangi prestasi. Perempuan muda ini adalah peraih Juara 1 Mendongeng Bahasa Isyarat di tingkat nasional dan pernah tampil di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

– Rizky Gusti Preyambodo (22). Dengan cerebral palsy, ia telah menciptakan lebih dari 20 karya lukisan dan batik tulis. Karyanya menghiasi dinding Hotel Mojopahit hingga Jatim Expo.

– Abidah Nur Zahro (15), remaja tuli yang menggunakan alat bantu dengar, adalah anggota Dewan Penasihat Anak tingkat Nasional. Ia mahir dalam 10 bidang sekaligus, dari fotografi hingga public speaking.

– Ahmad Farhan Winarto (20), perancang mode dengan cerebral palsy, telah menunjukkan karyanya di berbagai peragaan busana. Mimpinya sederhana namun besar: menggelar show tunggal.

– Wantofal Anugerah Cantik (13), model cilik dengan ketulian, telah mengoleksi puluhan piala lomba fashion show tingkat kota Surabaya.

– Aisyah Putri Nadhifah (14), gadis slow learner yang gemar menari, meski masih berjuang melawan rasa minder, terus didukung penuh keluarganya untuk menggapai mimpi.

– Dobry Hisyam Alvedra (9), komikus cilik dengan slow learner, pernah menjadi Juara Favorit Kompetisi Lego se-Surabaya. Imajinasinya melahirkan cerita-cerita visual yang unik dan segar.

Layanan untuk yang Sering Terlupakan

Acara ini bukan sekadar seremonial. Di sela-sela peluncuran, komunitas Ojol Mandiri mendapatkan pengarahan penting tentang Program PLTB (Pinjaman Lunak Tanpa Bunga). Bekerja sama dengan Yayasan Masjid Ummul Mu’minin Surabaya, program ini dirancang khusus untuk membantu para pengemudi ojek online mendapatkan modal usaha tanpa beban bunga, sebuah angin segar di tengah kerasnya ekonomi.

Antiek Sugiharti, Kepala Dinas Sosial Surabaya, dengan lugas menjelaskan bahwa pemerintah kota sudah memiliki berbagai infrastruktur untuk inklusi. “Kami punya Rumah Anak Prestasi untuk pelatihan keterampilan, Rumah Werda untuk lansia, dan Program Sekolah Rakyat dari pusat di bawah Bapak Presiden Prabowo. Pemerintah hadir dengan berbagai program yang bisa diakses oleh warga Surabaya,” ujarnya.

Hery Purwadi, PLT Kepala Disbudporapar Surabaya, menambahkan soal akses pendidikan. “Saya ingin memastikan informasi ini sampai ke semua warga. Ada beasiswa bernama Pemuda Tangguh Surabaya untuk yang mau kuliah tapi terhalang biaya. Ini nyata, ini bisa diakses,” tegasnya.

Sementara itu, Relita dari DP3APPKB Surabaya menyampaikan pesan yang sangat praktis. “Ibu-ibu driver ojek online kalau mengalami kekerasan, langsung tekan 112. Kami tidak hanya menangani kasus, kami juga punya pelatihan untuk perempuan: tata rias, kerajinan, kuliner. Bahkan, ada trauma healing khusus untuk anak-anak korban kekerasan,” ungkapnya.

Imabel.net: “I’m Able”, Inklusif, Mandiri, Kredibel

Nama situs imabel.net dipilih dengan sengaja. Secara harfiah, “I’m able” berarti “Aku Bisa”. Namun akronimnya juga kuat: Inklusif, Mandiri, dan Kredibel.

Cak Lutfi yang juga merupakan founder dari platform imabel.net mengatakan bahwa website ini adalah situs yang dikelola oleh Koperasi Inklusif Daya Sinergi Perkasa Jawa Timur. Di dalamnya, anggota komunitas tidak hanya bisa memamerkan produk, tetapi juga menjualnya melalui toko online, menulis artikel, dan membangun jejaring.

Imabel.net adalah jawaban atas masalah klasik kaum inklusi, produk bagus tetapi tidak laku karena tidak ada yang tahu, potensi luar biasa tetapi tidak muncul karena tidak ada media yang mendukung.

Cak Lutfi di akhir acara menyampaikan pesan penutup yang menggugah. “Imabel.net ini bukti kolaborasi. Ini bukan kerja pemerintah saja, bukan kerja komunitas saja. Ini kerja bersama. Sekarang giliran masyarakat yang berani bertanya dan menggunakan haknya. Karena Surabaya hanya akan benar-benar ramah inklusi jika kita semua terlibat,” pungkasnya.

Dengan diluncurkannya platform ini, Surabaya kini memiliki satu alat lagi untuk mewujudkan janjinya: menjadi kota yang tidak hanya besar secara infrastruktur, tetapi juga besar hatinya.

Tags: , , , , , , , , ,

Bagikan ke

Selempang untuk Tujuh Pejuang Inklusi, Ojol Mandiri dan Difabel Kredibel Kini Punya Rumah Digital

  • Nissa Ahmad

    Selamat Cak Lutfi, atas meluncurnya Inklusif, Mandiri, Kredibel.
    Semoga bisa semakin menggairahkan Indonesia khususnya Surabaya dengan berita beritanya.
    #admeliora

    Balas 3 June 2026 | 7:29 am
  • Suryati

    Sangat membantu untuk memperkenalkan produk dan hasil kreatifitas yg luar biasaaah bagi anak2 yg luar biasa uplush untk mereka
    Kita yg normal melihatnya takjub bahwa ank2 yg mempunyai kelebihan mampu jg mengembangkan kelebihannya lewat keahlian2 yg mereka miliki

    Hebat !!!! Sukses terus adek2 kmrn

    Balas 3 June 2026 | 6:18 am

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Selempang untuk Tujuh Pejuang Inklusi, Ojol Mandiri dan Difabel Kredibel Kini Punya Rumah Digital

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: