● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
NU Luncurkan Buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental dan Psikososial di Tengah Munas-Konbes 2026

NU Luncurkan Buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental dan Psikososial di Tengah Munas-Konbes 2026
Imabel.net — Di tengah rangkaian acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026, sebuah langkah progresif diambil dengan meluncurkan buku fikih yang membahas penguatan bagi penyandang disabilitas mental dan psikososial.
Peluncuran berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, dan menjadi sorotan penting dalam upaya membangun kesadaran inklusif di kalangan umat Islam.
Buku ini lahir dari kolaborasi antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Komisi Nasional Disabilitas, Ma’arif Institute, dan B3M (Badan Bantuan dan Bimbingan Masyarakat). Kehadirannya diharapkan menjadi rujukan moral sekaligus landasan berpikir bagi masyarakat untuk memandang penyandang disabilitas sebagai pribadi yang setara dan bermartabat.
Ketua PBNU: Jangan Perlakukan Disabilitas dengan Rasa Kasihan
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa buku ini hadir untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Menurutnya, penyandang disabilitas tidak semestinya diperlakukan dengan rasa kasihan, melainkan dengan rasa hormat, keterlibatan, dan kesetaraan.
“Buku ini kami harapkan menjadi rujukan moral dan landasan berpikir bagi masyarakat, agar memandang saudara-saudara penyandang disabilitas sebagai pribadi yang setara,” ujar Gus Ipul dalam sambutannya.
Gus Ipul menekankan bahwa penyandang disabilitas mental dan psikososial sangat membutuhkan lingkungan yang aman dari stigma, pengabaian, maupun perundungan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan pesantren, untuk bersama-sama menciptakan ruang yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Pendidikan Inklusi
Peluncuran buku ini merupakan hasil kerja sama lintas lembaga yang menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia. Komisi Nasional Disabilitas menyambut baik inisiatif NU dan menyatakan siap untuk terus bersinergi dalam upaya advokasi dan edukasi publik.
“Peluncuran buku ini di lingkungan pesantren, di tengah Munas-Konbes NU, menjadi motivasi bagi kita semua untuk semakin peduli terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas,” pungkas Gus Ipul.
Momentum Penting di Tengah Munas-Konbes NU 2026
Munas-Konbes NU 2026 menjadi ajang strategis bagi organisasi Islam terbesar di dunia untuk mendiskusikan berbagai isu kebangsaan dan keagamaan. Peluncuran buku fikih disabilitas mental dan psikososial menjadi salah satu bukti bahwa NU tidak hanya fokus pada isu-isu ritual, tetapi juga pada isu-isu sosial kemanusiaan yang bersifat lintas sektor. Hal ini sejalan dengan semangat Islam Rahmatan Lil Alamin yang selalu diajarkan oleh para ulama NU.
Dengan adanya buku ini, diharapkan para kiai, ustad, dan tenaga pendidik di pesantren dapat memberikan pemahaman yang benar tentang hak-hak penyandang disabilitas.
Selain itu, buku ini juga diharapkan dapat menjadi panduan bagi para pengambil kebijakan dalam merumuskan regulasi yang berpihak pada kelompok rentan.
Ke depan, NU berkomitmen untuk terus memperkuat gerakan inklusi dan mengarusutamakan isu disabilitas dalam berbagai kegiatan dan kebijakan organisasi.
Masyarakat luas juga diajak untuk turut serta dalam membangun kesadaran bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk dihormati dan diperlakukan secara adil.
Tags: Difabel, Difabel Kredibel, Disabilitas, Imabel, inovasi sosial komunitas, kegiatan komunitas inklusif, Kemensos, Kemensos RI, Kementerian Sosial, Kementerian Sosial RI, komunitas inklusif, kreativitas inklusif, Organisasi Inklusif, pemberdayaan disabilitas produktif
NU Luncurkan Buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental dan Psikososial di Tengah Munas-Konbes 2026
Imabel.net — Jumat (26/6/2026) menjadi hari bersejarah bagi Hery Purwadi. Pria yang selama ini akrab disapa dengan sapaan Cak Heri... selengkapnya
Imabel.net — Di tengah hiruk-pikuk dunia industri yang seringkali mengutamakan kecepatan dan efisiensi, masih ada celah yang belum sepenuhnya terbuka... selengkapnya
Imabel.net — Pasangan Cak Yusuf dan Ning Ara resmi terpilih sebagai Cak dan Ning Cilik Surabaya 2026. Penobatan berlangsung khidmat... selengkapnya
IMABEL.net— Di Amerika Serikat, setiap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki hak hukum yang dilindungi undang-undang untuk mendapatkan pendidikan yang dirancang... selengkapnya
Kesurabaya.com – Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sebuah program pertanian inklusif bagi penyandang disabilitas bernama PELITA (Pemberdayaan... selengkapnya
Imabel.net — Balai Budaya Surabaya berdenyut berbeda pada Rabu malam, 2 September 2026. Bukan sekadar gedung kesenian di Jalan Gubernur... selengkapnya
Imabel.net — Pemerintah Kota Surabaya secara resmi meluncurkan buku berjudul “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” di Balai Budaya, Kompleks Balai... selengkapnya
Imabel.net — Ada satu kesalahan besar yang selama ini melekat dalam pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas: bahwa mereka butuh dikasihani.... selengkapnya
Imabel.net — Di balik gemerlap lampu panggung dan sorak sorai penonton, ada kisah tentang keberanian yang melampaui batas. Syabil Noor... selengkapnya
Imabel.net — Ada kalanya suara tak perlu keluar dari mulut. Bagi Keisya Aizatul Azzira, suaranya ada di ujung kuas dan... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.