● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
164 Siswa Disabilitas “Serbu” Istana, Teddy Indra Wijaya: Mereka Bisa Jadi Apa Saja!

164 Siswa Disabilitas “Serbu” Istana, Teddy Indra Wijaya: Mereka Bisa Jadi Apa Saja!
Imabel.net — Suasana Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/7/2026), berbeda dari biasanya. Bukan para pejabat atau tamu negara yang memenuhi koridor megah itu, melainkan 164 pasang mata berbinar dari siswa-siswi penyandang disabilitas yang tergabung dalam Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI).
Mereka datang bukan untuk melamar kerja atau mengadu nasib, tetapi untuk merasakan langsung denyut sejarah bangsa di pusat pemerintahan.
Program “Istana untuk Anak Sekolah” yang rutin digelar kali ini terasa istimewa. Seluruh peserta adalah anak-anak berkebutuhan khusus, mulai dari tunarungu, tunagrahita, hingga tunadaksa. Mereka berkeliling Istana dengan penuh semangat, sesekali berhenti untuk belajar tentang kisah perjuangan para pendiri bangsa melalui bahasa isyarat dan pendampingan khusus.
Teddy: Mimpi Tak Kenal Batas
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang turut mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan pesan inspiratif. Lewat unggahan di akun resmi Sekretariat Kabinet, ia menulis bahwa kunjungan ini bukan sekadar wisata, melainkan penegasan bahwa setiap anak Indonesia, apa pun kondisinya, berhak bermimpi setinggi mungkin.
“Semoga kunjungan ini menjadi pengalaman yang membekas dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi, belajar, berkarya, dan mengabdi kepada bangsa,” tulis Teddy.
Ia juga menekankan bahwa disabilitas bukanlah tembok penghalang. “Siapa tahu, kelak dari langkah-langkah kecil hari ini akan lahir karya-karya besar yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.”
Langkah Kecil Menuju Masa Depan Besar
Di sela-sela kegiatan, para siswa tampak antusias mengikuti arahan pemandu. Mereka berfoto di berbagai sudut Istana, menyapa petugas, dan tak henti-hentinya tersenyum.
Bagi mereka, menginjakkan kaki di Istana adalah pengalaman yang mungkin sebelumnya hanya mereka lihat di layar televisi.
Cak Lutfi: Apresiasi untuk Presiden Prabowo, Harap Program Serupa di Gedung Negara Grahadi dan Balai Kota Surabaya
Luthfi Nur Zaman, yang akrab disapa Cak Lutfi, Founder platform Inklusif, Mandiri dan Kredibel (IMABEL) sekaligus Pembina Duta Difabel Kredibel, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas program yang sangat bermakna ini.
“Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas rasa cinta dan kasih beliau terhadap seluruh masyarakat Indonesia, termasuk rekan-rekan penyandang disabilitas. Kami berharap program yang sama juga dilakukan di tingkat provinsi dan kabupaten kota. Tentunya akan menjadi pengalaman yang luar biasa jika mereka diberi kesempatan untuk berkunjung ke Gedung Negara Grahadi dan juga Balai Kota Surabaya,” ujar Cak Lutfi.
Menurutnya, langkah Presiden Prabowo membuka Istana untuk anak-anak disabilitas adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk semua lapisan masyarakat. Ia berharap semangat inklusi ini dapat menular ke seluruh daerah di Indonesia, sehingga anak-anak disabilitas dari berbagai pelosok negeri juga bisa merasakan pengalaman serupa di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Kehadiran mereka di Istana menjadi simbol bahwa inklusi bukan lagi sekadar wacana. Pemerintah melalui program-program seperti ini menunjukkan komitmen nyata untuk memastikan anak-anak disabilitas mendapatkan pengakuan, akses, dan kesempatan yang sama seperti anak-anak lainnya.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa bangsa ini akan maju ketika semua anaknya, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
#AnakDisabilitasKeIstana #SekolahDiIstana #IndonesiaInklusif #TeddyIndraWijaya #DisabilitasBukanHalangan
164 Siswa Disabilitas “Serbu” Istana, Teddy Indra Wijaya: Mereka Bisa Jadi Apa Saja!
IMABEL.net — Kasus dugaan bullying yang merenggut nyawa anak penyandang Down syndrome berinisial Z (10) di Rungkut, Surabaya, masih menyisakan... selengkapnya
Imabel.net — Dunia seni bagi Gilang Nugraha bukan sekadar ruang untuk menyalurkan kreativitas. Bagi pelajar SMKN 1 Surabaya jurusan Desain... selengkapnya
Imabel.net — Di balik sejuknya AC Kroesel House of Coffee Surabaya, Selasa (25/8/2026), ada kehangatan yang justru terasa lebih kuat.... selengkapnya
IMABEL.net — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto, M.Kes., MARS, yang akrab disapa Dokter Benny, menerima kunjungan silaturahmi... selengkapnya
Imabel.net — Di sudut kota Surabaya, tepatnya di SDN Gunung Anyar 273, ada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun bernama... selengkapnya
Imabel.net — Di sela-sela keterbatasan fisik yang harus ia jalani karena diagnosis cerebral palsy (CP), Rizky Gusti Preyambodo (22) membuktikan... selengkapnya
Imabel.net — Di sela gelaran “Kongkow Faedah” yang berlangsung di Eyala Cafe Kenjeran, Selasa (2/6/2026), tujuh anak istimewa menerima selempang... selengkapnya
IMABEL.net — Ada kebanggaan yang sulit dilukiskan ketika dua pemuda tuna rungu berdiri di depan Ruang Kelas 102, Departemen Manajemen... selengkapnya
Imabel.net — Sore itu di Eyala Cafe Kenjeran bukan sekadar kopi dan obrolan biasa. Ada energi besar yang berkumpul saat... selengkapnya
Imabel.net — Langkah kecil seorang remaja di panggung fashion kembali membawa cerita besar tentang keberanian, perjuangan, dan kesempatan yang setara.... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.