Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Imma
● online
Imma
● online
Halo, perkenalkan saya Imma
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup
  • Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
  • Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
  • Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Beranda » Blog » Bukan Sekadar Angka: 164 Ribu Murid Difabel, 114 SLB, dan 1.500 Guru Inklusif Jadi Prioritas Kemendikdasmen

Bukan Sekadar Angka: 164 Ribu Murid Difabel, 114 SLB, dan 1.500 Guru Inklusif Jadi Prioritas Kemendikdasmen

Diposting pada 14 August 2026 oleh admin / Dilihat: 15 kali / Kategori: , ,
Bukan Sekadar Angka: 164 Ribu Murid Difabel, 114 SLB, dan 1.500 Guru Inklusif Jadi Prioritas Kemendikdasmen

Bukan Sekadar Angka: 164 Ribu Murid Difabel, 114 SLB, dan 1.500 Guru Inklusif Jadi Prioritas Kemendikdasmen

Imabel.net — Di balik angka 164.294, ada wajah-wajah penuh harap yang selama ini mungkin merasa terpinggirkan.

Mereka adalah murid difabel di 114 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang kini menjadi prioritas utama Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026.

Program ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan sebuah pernyataan bahwa negara hadir untuk mereka yang selama ini seringkali hanya menjadi angka di belakang.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan perhatian besar pada akses pendidikan yang setara.

Tiga unit Papan Interaktif Digital (PID) disediakan untuk setiap SLB, bukan untuk gaya-gayaan, tetapi untuk membuka jendela dunia bagi siswa yang mungkin kesulitan mengakses informasi. Lebih dari 1.500 guru pendidikan inklusif juga menjalani pelatihan pendampingan, karena guru yang terlatih adalah kunci utama dari transformasi pendidikan.

Dari Meja Belajar ke Ruang Digital: Sebuah Lompatan

Papan interaktif bukan sekadar alat. Itu adalah jembatan yang menghubungkan siswa difabel dengan peluang yang sebelumnya mungkin terasa jauh.

Dengan bantuan teknologi, pembelajaran menjadi lebih visual, lebih menarik, dan lebih mudah dipahami. Ini adalah langkah berani untuk keluar dari metode konvensional yang seringkali tidak ramah bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Dana Rp2,02 Triliun untuk 1.609 Sekolah

Hingga Juli 2026, program ini telah menyentuh 1.609 satuan pendidikan dengan total bantuan Rp2,02 triliun. Dari jumlah tersebut, 264 SLB menerima porsi sebesar Rp287,40 miliar.

Angka ini bukan hanya catatan anggaran, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan generasi yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Guru, Garda Terdepan Inklusi

Pelatihan untuk 1.500 guru inklusif menjadi komponen penting. Sebab, tidak peduli secanggih apa pun fasilitasnya, tanpa guru yang kompeten dan berempati, semua akan sia-sia.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan strategi mengajar yang adaptif, sehingga setiap anak—apa pun kondisinya—dapat merasa dihargai dan didukung.

Langkah ini menjadi pengingat bahwa pendidikan inklusif bukan lagi slogan. Ia adalah gerakan yang nyata, perlahan namun pasti, membangun masa depan di mana setiap anak, tanpa kecuali, memiliki tempat untuk belajar dan berkembang.

#PendidikanUntukSemua #SekolahInklusif #AnakBerkebutuhanKhusus #Kemendikdasmen #InklusiTanpaBatas

Tags: , , ,

Bagikan ke

Bukan Sekadar Angka: 164 Ribu Murid Difabel, 114 SLB, dan 1.500 Guru Inklusif Jadi Prioritas Kemendikdasmen

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Bukan Sekadar Angka: 164 Ribu Murid Difabel, 114 SLB, dan 1.500 Guru Inklusif Jadi Prioritas Kemendikdasmen

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: