● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta Rupiah dari Selada Hidroponik Berkat Program PELITA

Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta Rupiah dari Selada Hidroponik Berkat Program PELITA
Kesurabaya.com – Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sebuah program pertanian inklusif bagi penyandang disabilitas bernama PELITA (Pemberdayaan Lintas Abilitas) berhasil mengubah hidup para petani difabel dengan menjadikan mereka pemasok tetap sayuran hidroponik ke berbagai kafe, restoran, dan UMKM di sejumlah daerah Sulawesi Selatan.
Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok petani binaan program yang diinisiasi oleh Manava Foundation ini membukukan pendapatan hingga lebih dari Rp60 juta dari hasil panen selada hidroponik. Program Manager PELITA, Iqbal Naufal, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi penyandang disabilitas di sektor pertanian, mulai dari keterbatasan alat yang ramah disabilitas hingga akses pasar yang sempit.
Program yang dijalankan di Dusun Bonto Bulaeng, Bulukumba ini tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi mencakup pendampingan pascapanen, pengendalian kualitas produk, hingga akses pemasaran ke sektor hotel, restoran, dan kafe (HORECA). Melalui sistem hidroponik inklusif, proses budidaya dirancang lebih ringan dan fleksibel agar dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing petani.
“PELITA mengajak petani difabel mengubah kebiasaan yang sebelumnya bertani secara konvensional ke pertanian modern melalui sistem hidroponik,” ujar Iqbal dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Pada tahun 2025, kelompok petani PELITA berhasil menanam 22.693 benih selada hidroponik dengan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 81 persen. Program tersebut menghasilkan lebih dari 1.154 kilogram selada hidroponik yang siap dipasarkan. Pendapatan kelompok petani meningkat drastis dari Rp7,2 juta pada Juni menjadi Rp54 juta pada November 2025.
Salah satu petani binaan program PELITA, Ihwan, mengaku kini telah memiliki penghasilan rutin dari hasil bertani hidroponik, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia miliki. “Dulu saya belum punya penghasilan tetap sendiri. Sekarang Alhamdulillah saya sudah bisa mendapatkan penghasilan setiap bulan dari hasil bertani,” kata Ihwan penuh syukur.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar jika diberi akses, pelatihan, dan kesempatan yang setara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, terdapat 305.217 penyandang disabilitas yang bekerja di sektor pertanian di Indonesia, namun sebagian besar masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, pelatihan, dan kepastian pasar. Program PELITA hadir menjawab semua tantangan tersebut.
Tak hanya menjadi sumber ekonomi baru, greenhouse PELITA kini juga berkembang menjadi ruang pembelajaran pertanian inklusif yang mulai menerima kunjungan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum untuk mempelajari sistem hidroponik secara langsung. Produk hasil panen petani binaan bahkan telah dipamerkan dalam sejumlah kegiatan UMKM dan forum NGO di Jakarta.
CEO Manava Collective, Marisa Thara Wardhani, mengatakan bahwa program tersebut menunjukkan bahwa dampak sosial dapat berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. “Kami percaya model seperti ini tidak hanya menciptakan akses ekonomi bagi kelompok yang selama ini belum memiliki kesetaraan akses dan kesempatan, tetapi juga dapat membantu perusahaan membangun supply chain yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Marisa.
Pada tahun 2026, Manava Foundation berencana memperluas kapasitas produksi di Bulukumba serta memperkuat jaringan pemasaran ke sektor HORECA dan korporasi berbasis ESG. Model pertanian inklusif yang telah terbukti sukses ini pun akan direplikasi ke daerah-daerah lain di Indonesia.
Tags: Disabilitas, inovasi sosial komunitas, kegiatan komunitas inklusif, komunitas inklusif, kreativitas inklusif, pemberdayaan disabilitas produktif
Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta Rupiah dari Selada Hidroponik Berkat Program PELITA
IMABEL.net— Di Amerika Serikat, setiap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki hak hukum yang dilindungi undang-undang untuk mendapatkan pendidikan yang dirancang... selengkapnya
Imabel.net — Di sudut kota Surabaya, tepatnya di SDN Gunung Anyar 273, ada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun bernama... selengkapnya
Imabel.net — Sebanyak 15 organisasi penyandang disabilitas dan komunitas pengawal inklusi di Kota Surabaya resmi mendeklarasikan Koalisi Disabilitas Surabaya untuk... selengkapnya
Imabel.net — Panggung cat walk di Ciputra World Surabaya pada Minggu, 30 Agustus 2026 menyimpan sebuah kisah yang menginspirasi. Di... selengkapnya
Imabel.net — Dunia seni bagi Gilang Nugraha bukan sekadar ruang untuk menyalurkan kreativitas. Bagi pelajar SMKN 1 Surabaya jurusan Desain... selengkapnya
Imabel.net — Kabar membanggakan datang dari tiga anak istimewa asal Surabaya. Hanya berselang dua hari setelah resmi menyandang selempang Duta... selengkapnya
Imabel.net — Di balik angka 164.294, ada wajah-wajah penuh harap yang selama ini mungkin merasa terpinggirkan. Mereka adalah murid difabel... selengkapnya
Imabel.net — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, bersama Konsul Jenderal Jepang di Surabaya menghadiri sekaligus menyerahkan... selengkapnya
Imabel.net — Sorotan tajam dilayangkan Komisi E DPRD Jawa Timur kepada Pemerintah Provinsi Jatim dan seluruh Badan Usaha Milik Daerah... selengkapnya
Imabel.net — Di balik gemerlap panggung dan riuhnya sorak penonton, ada seorang gadis belia yang diam-diam menyimpan cinta besar pada... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.