● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Dari Angklung ke Panggung Pencerahan: Syabil dan Teman-teman Buka Seminar Anak Gifted PC Fatayat NU Gresik

Syabil Noor Faiz dan Teman-teman Buka Seminar Anak Gifted PC Fatayat NU Gresik dengan Penampilan Pertunjukan Musik Angklung
Imabel.net — Suasana aula di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Sabtu (18/7/2026) pagi itu terasa istimewa. Di tengah deretan kursi yang dipenuhi para orang tua dan undangan, Syabil Noor Faiz, berdiri di atas panggung bersama teman-teman hebat dari binaan Puskesmas Sukomulyo. Mereka memegang angklung, alat musik tradisional yang sederhana namun sarat makna. Saat nada-nada mengalun, ruangan yang tadinya serius berubah menjadi hangat dan penuh senyum. Mereka tidak hanya bermain musik, melainkan membuka sebuah seminar yang mengubah cara pandang banyak orang tentang anak-anak istimewa.
Seminar nasional bertajuk “Aku Nakal atau Istimewa? Kenali Karakteristik Anak Gifted dan Stimulasinya” ini adalah hasil kolaborasi antara PC Fatayat NU Gresik, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gresik, Parents Support Group for Gifted Children (PSSGC) Jawa Timur, serta Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gresik. Acara yang digelar secara hibrida ini menghadirkan para pakar yang kompeten untuk mengupas tuntas isu anak gifted yang sering disalahpahami.
Menepis Stigma “Nakal”, Memahami Keistimewaan
Inti dari seminar ini adalah satu pesan penting: anak yang aktif, kritis, atau menunjukkan perilaku berbeda tidak semestinya buru-buru diberi label “nakal”.
Ketua PC Fatayat NU Gresik, Masruroh, S.Pd., menekankan bahwa orang tua perlu dibekali pemahaman agar mampu mengenali potensi sekaligus kebutuhan anak sejak dini.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi dan kolaborasi adalah kunci untuk membangun narasi positif, sehingga keunikan anak gifted tidak dipandang sebagai masalah, melainkan potensi yang perlu dikenali dan dikembangkan.
Dua Pakar, Dua Perspektif
Untuk mengupas tema tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber andal. Dr. Evi Tjahyono, S.Psi., M.G.E., Psikolog, memaparkan secara mendalam mengenai karakteristik psikologis serta bentuk stimulasi yang tepat untuk anak gifted pada usia prasekolah.
Sementara itu, dr. Arif Fakhrudin, Sp.A., menyampaikan materi penting mengenai tumbuh kembang anak gifted ditinjau dari sudut pandang kesehatan anak.
Keduanya memberikan pencerahan bahwa anak gifted memiliki potensi intelektual dan kreativitas yang sangat istimewa, namun potensi ini kerap kali disalahpahami oleh lingkungan.
Senator Lia Istifhama: Hak Konstitusi Anak Gifted
Seminar ini juga mendapat perhatian khusus dari Senator RI Dr. Hj. Lia Istifhama, S.Sos., S.H.I., S.Sos.I., M.E.I., yang hadir sebagai pembicara kunci. Ia menegaskan bahwa anak gifted memiliki hak konstitusional untuk memperoleh pendidikan yang inklusif dan bebas diskriminasi.
Ia memaparkan landasan yuridis yang kuat, mulai dari Pasal 28B ayat (2) dan Pasal 31 UUD 1945, hingga Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
“Ketiga regulasi tersebut menunjukkan bahwa negara telah menyediakan ruang hukum bagi pelayanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik setiap anak, termasuk anak gifted,” tegasnya.
Antusiasme dan Inspirasi
Para wali siswa dan tamu undangan yang hadir terlihat sangat antusias menyerap setiap materi. Ruangan semakin semarak dan hidup saat memasuki sesi tanya jawab interaktif serta pembagian door prize.
Banyak orang tua yang merasa tercerahkan setelah mendengar penjelasan langsung dari para ahli.
Hari itu adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga. Agenda ini menjadi pemacu semangat yang luar biasa bagi para orang tua untuk terus lebih giat beraktivitas, produktif berkarya, dan konsisten menorehkan prestasi ke depannya.
Penampilan angklung Syabil Noor Faiz dan kawan-kawannya bukan sekadar pembuka acara, tetapi sebuah pernyataan bahwa anak-anak istimewa punya tempat dan suara untuk didengar.
Semoga momentum ini dapat terus memberikan suntikan semangat kepada kami, anak-anak istimewa yang memiliki potensi besar di berbagai bidang. Bahwa karya dan kemampuan anak-anak spesial tidak kalah bersaing dengan teman-teman umum lainnya.
Salam inklusi, aku bisa!
Tags: Anak Berprestasi, Difabel, Imabel, komunitas inklusif
Dari Angklung ke Panggung Pencerahan: Syabil dan Teman-teman Buka Seminar Anak Gifted PC Fatayat NU Gresik
Imabel.net — Di sudut kota Surabaya, tepatnya di SDN Gunung Anyar 273, ada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun bernama... selengkapnya
Imabel.net — Di sela gelaran “Kongkow Faedah” yang berlangsung di Eyala Cafe Kenjeran, Selasa (2/6/2026), tujuh anak istimewa menerima selempang... selengkapnya
Imabel.net — Suasana berbeda terasa di Ruang Auditorium Lantai 6 RS Mitra Keluarga Kenjeran pada Sabtu (4/7/2026) pagi. Puluhan perempuan... selengkapnya
Imabel.net — Balai Pemuda Surabaya berubah menjadi lautan keceriaan pada Rabu (29/7/2026). Lebih dari 5.000 anak dari berbagai penjuru... selengkapnya
IMABEL.net— Di Amerika Serikat, setiap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki hak hukum yang dilindungi undang-undang untuk mendapatkan pendidikan yang dirancang... selengkapnya
IMABEL.net— Atrium Tunjungan Plaza 3 bukan sekadar pusat perbelanjaan pada Kamis (1/10/2026) sore. Di Daily Stage yang berdiri di tengah... selengkapnya
IMABEL.net — Ada momen yang tak selalu terlihat dalam rundown acara. Di sela-sela padatnya jadwal “Training of Trainers: Breaking Attitudinal... selengkapnya
Imabel.net — Di balik sejuknya AC Kroesel House of Coffee Surabaya, Selasa (25/8/2026), ada kehangatan yang justru terasa lebih kuat.... selengkapnya
IMABEL.net — Ada kebanggaan yang sulit dilukiskan ketika dua pemuda tuna rungu berdiri di depan Ruang Kelas 102, Departemen Manajemen... selengkapnya
Imabel.net — Di tengah rangkaian acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026, sebuah... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.