● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Bukan Sekadar Jalan-Jalan: Bestie Imabel Menemukan “Rumah Kedua” di Open House IFI Surabaya 2026

Vincent Padare Direktur IFI Surabaya bersama Para Bestie Imabel
IMABEL.net — Ada yang berbeda dengan hari Sabtu (12/9/2026) di Kompleks AJBS, Jalan Ratna No. 14, Ngagel. Di tengah keramaian Open House IFI 2026, empat orang bestie Imabel—Nando, Farhan, Abidah, dan Didan—melangkah masuk ke Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya dengan rasa penasaran. Bagi mereka, hari itu bukan agenda rutin. Ini adalah perjumpaan pertama dengan dunia yang selama ini hanya mereka lihat dari layar: bahasa, budaya, dan kuliner Prancis.
Open House IFI 2026 sendiri berlangsung serentak di empat kota: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Mengangkat musik sebagai tema utama, acara ini gratis dan terbuka untuk semua kalangan. Tujuannya sederhana namun bermakna: membuat bahasa dan budaya Prancis terasa lebih dekat, lebih hidup, dan lebih menyenangkan.
Tangan yang Belajar Meracik, Hati yang Belajar Percaya
Agenda pertama membawa para bestie Imabel ke dapur. Di bawah bimbingan Mrs. Magali, mereka belajar membuat sandwich. Tidak ada resep rumit, tidak ada tekanan. Yang ada hanyalah tawa, sesekali pertanyaan polos, dan keasyikan menata isian di antara dua lembar roti.
Bagi Nando, momen itu lebih dari sekadar belajar memasak. “Ternyata seru juga, ya. Awalnya deg-degan, tapi Mrs. Magali sabar banget ngajarinnya,” ujarnya sambil tersenyum.
Sesi memasak ini memang menjadi bagian dari rangkaian Open House IFI Surabaya, yang juga menampilkan Workshop Memasak bersama Natif Prancis dan Cicip Crepe.
Vincent Padare dan Janji Inklusi yang Tak Sekadar Wacana
Usai memasak, para bestie berkesempatan berbincang dengan Mr. Vincent Padare, Direktur IFI Surabaya. Dalam pertemuan itu, Vincent menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat. Ia menegaskan bahwa IFI berkomitmen menjadi lembaga yang ramah inklusi, dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi Bestie Imabel untuk berkolaborasi di masa depan.
Komitmen ini bukan sekadar basa-basi. IFI, sebagai jaringan kebudayaan dan kerja sama Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, memang menempatkan dialog lintas budaya sebagai inti misinya.
“Bahasa tidak hanya sekadar menyampaikan kata-kata: bahasa juga membuka pintu. Belajar bahasa Prancis berarti menjelajahi sebuah budaya, menumbuhkan kreativitas, memperluas wawasan, dan, yang terpenting, menjalin koneksi baru,” ujar Juliette Salabert, Direktur Institut français d’Indonésie.
Cak Lutfi, founder platform Inklusif Mandiri dan Kredibel (IMABEL), menyambut baik tawaran itu. Baginya, kolaborasi dengan IFI adalah semangat baru—bukan hanya untuk para bestie Imabel, tetapi juga untuk komunitas inklusif yang lebih luas.
Perpustakaan, Board Games, dan Mimpi yang Tumbuh
Perjalanan berlanjut ke perpustakaan IFI. Di sana, para bestie membaca buku-buku koleksi, lalu duduk melingkar untuk bermain Video dan Board Games—salah satu program Open House yang paling dinanti pengunjung.
Tawa kembali pecah. Di sudut ruangan, Nando sibuk merekam momen untuk konten media sosialnya. Ia bercita-cita menjadi konten kreator handal, dan hari itu menjadi bahan bakar pertamanya.
Suara Orang Tua yang Menggetarkan
Di balik keceriaan anak-anak, ada dua ibu yang menatap dengan mata berkaca. Wida, ibunda Farhan, mengaku senang luar biasa. “Kesempatan seperti ini jarang. Anak-anak bisa belajar budaya internasional, khususnya Prancis, tanpa merasa berbeda,” ujarnya.
Sedangkan Tuti, ibunda Nando, berharap momen ini menjadi titik balik. “Saya ingin mereka lebih percaya diri, lebih berani bersosialisasi dengan keluarga besar IFI yang mayoritas dari Prancis,” katanya.
Satu Hari, Satu Langkah Menuju Dunia yang Lebih Luas
Open House IFI 2026 menawarkan jauh lebih banyak dari yang sempat dijelajahi para bestie Imabel. Ada Trial Class anak dan dewasa, Kelas Percakapan, Kelas Pelafalan Lagu, Talkshow Alumni dan Info Beasiswa, Pemutaran Film Prancis, Penyerahan Ijazah DELF-DALF, Pementasan Boneka “Marionette”, Lomba Karaoke Duet, Workshop Gantungan Kunci Tekan bersama Lotus Art Courses, Bazar Makanan & Minuman, Bazar Buku, hingga Quiz Berhadiah.
Perwakilan Campus France dan alumni Indonesia yang pernah studi di Prancis juga hadir memberi bimbingan pribadi.
Namun bagi Bestie Imabel, hari itu bukan tentang daftar program. Ini tentang melangkah keluar dari zona nyaman, menemukan bahwa dunia begitu luas, dan menyadari bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk belajar.
IFI Surabaya, dengan pintunya yang terbuka, telah menjadi rumah kedua—setidaknya untuk satu hari yang tak akan terlupakan.
Dhahana Adi Pungkas (Cak Ipung) yang merupakan seorang urbanis dan pemerhati budaya dan sejarah populer melihat kunjungan para bestie Imabel sebagai upaya menuju kesetaraan. “Bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpi serta cita-cita,” pungkas Ipung yang turut membersamai kunjungan tersebut.
#BestieImabel #IFI Surabaya #OpenHouseIFI226 #InklusiTanpaBatas #PemudaInklusif
Tags: Difabel, Disabilitas, Imabel, kegiatan komunitas inklusif
Bukan Sekadar Jalan-Jalan: Bestie Imabel Menemukan “Rumah Kedua” di Open House IFI Surabaya 2026
Imabel.net — Gaung kemenangan tiga Duta Difabel Kredibel asal Surabaya di ajang Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 memang membanggakan. Namun,... selengkapnya
Imabel.net — Pemerintah Kota Surabaya secara resmi meluncurkan buku berjudul “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” di Balai Budaya, Kompleks Balai... selengkapnya
IMABEL.net— Atrium Tunjungan Plaza 3 bukan sekadar pusat perbelanjaan pada Kamis (1/10/2026) sore. Di Daily Stage yang berdiri di tengah... selengkapnya
IMABEL.net — Di tengah riuh rendah Gedung Wanita Candra Kencana, Jalan Kalibokor, Surabaya, pada Selasa (27/10/2026), ada sebuah pemandangan yang... selengkapnya
Imabel.net — Di balik kesibukan lalu lalang antar pesanan, Bu Yani, seorang driver ojek online perempuan, menyimpan keahlian lain yang... selengkapnya
IMABEL.net — Di atas panggung utama Atrium Maspion Square, Surabaya, Rabu (14/10/2026), seorang gadis belia berdiri dengan busana tradisional berpadu... selengkapnya
IMABEL.net — Ada yang istimewa dari sebuah kanvas yang dikirim dari Surabaya ke Jakarta pada Jumat (25/9/2026). Di atasnya, sebuah... selengkapnya
Imabel.net — Di tengah rangkaian acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026, sebuah... selengkapnya
Imabel.net — Ada satu fakta penting yang harus dipahami bersama: penyandang disabilitas lebih rentan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang... selengkapnya
IMABEL.net — Ada momen di mana panggung tidak lagi soal siapa yang terlihat, melainkan siapa yang terdengar. Di Atrium Maspion... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.