● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Ketika Batik Berlayar ke Ruang Publik: Cerita Inklusi dari Tunjungan Plaza 3

Ketika Batik Berlayar ke Ruang Publik: Cerita Inklusi dari Tunjungan Plaza 3
IMABEL.net— Atrium Tunjungan Plaza 3 bukan sekadar pusat perbelanjaan pada Kamis (1/10/2026) sore. Di Daily Stage yang berdiri di tengah keramaian, batik hadir bukan sebagai kain yang dipajang di balik kaca museum, melainkan sebagai bahan percakapan, karya, dan kebanggaan yang hidup. Semangat Hari Batik Nasional 2026 bertema “Batik Berlayar” benar-benar terasa—membawa warisan budaya keluar dari ruang tertutup, menyapa siapa saja yang melintas.
Salah satu sesi yang menyita perhatian adalah talkshow bertajuk “Menembus Pasar Batik Lewat Pemenuhan Standar Produk dan Diversifikasi Batik Home Decor”. Panggung itu menghadirkan Zya Labiba, Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik, serta Cindy Marco, Market Specific Leader IKEA. Diskusi berlangsung pukul 16.00–16.45 WIB, membahas bagaimana batik dapat menembus pasar lebih luas—bukan hanya sebagai sandang, tetapi juga elemen dekorasi rumah yang fungsional dan estetis.
Pendekatan ini sejalan dengan arah Hari Batik Nasional 2026 yang digagas Kementerian Perindustrian bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI). Ketua Umum YBI, Gita Pratama Kartasasmita, menegaskan bahwa tahun ini batik sengaja dibawa keluar dari ruang museum dan masuk ke ruang publik agar dapat membangun interaksi dengan masyarakat. “Kami ingin mereka mencintai batik bukan karena keharusan, tetapi karena menemukan alasan sendiri untuk mencintainya,” ujarnya.
Dari Alas Kaki hingga Upcycling
Rangkaian acara di hari yang sama juga menghadirkan sesi lain yang tak kalah menarik. Pukul 15.00 WIB, digelar talkshow “Peluang Bisnis Alas Kaki Berbasis Wastra Batik – Eksplorasi Batik Tulungagung melalui Kolaborasi Batik Fractal x Damia x Shoeka”. Kolaborasi ini membuktikan bahwa batik mampu beradaptasi dengan tren fesyen kontemporer, termasuk industri alas kaki.
Sementara itu, pukul 17.00 WIB, peserta diajak turun tangan dalam workshop DIY Bag Charms: Upcycling Leather & Batik Scraps. Dengan kuota terbatas 30 orang, sesi ini mengajak peserta memanfaatkan sisa-sisa kain batik dan kulit menjadi aksesori bernilai guna—sebuah praktik yang sejalan dengan semangat keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
Inklusi yang Nyata: Rizky dan Abidah
Yang membuat rangkaian HBN 2026 di Surabaya terasa istimewa adalah kehadiran dua Duta Difabel Kredibel: Rizky Gusti Preyambodo dan Abidah Nur Zahro. Mereka hadir sebagai bagian dari perayaan Hari Batik 2 Oktober, menegaskan bahwa batik dan dunia kreatif adalah ruang yang terbuka bagi siapa saja.
Rizky bukan nama baru dalam dunia kreatif. Sejak 2020, ia aktif belajar membatik Shibori di Rumah Anak Prestasi (RAP) Surabaya, dan telah menghasilkan berbagai karya seperti kain batik, tote bag, dan kantong tumbler yang memiliki nilai jual. Karya-karyanya bahkan telah dipamerkan di berbagai event, termasuk Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) ke-13.
Sementara Abidah, remaja 15 tahun penyandang tuna rungu, baru saja meraih Juara Harapan 2 kategori Teen dalam ajang Wajah Wastra Indonesia (WWI) tingkat Provinsi Jawa Timur pada 30 Agustus 2026, dan mendapatkan Golden Ticket menuju tingkat nasional di Jakarta. Ia juga aktif mengajari bahasa isyarat (bisindo) secara gratis bagi teman-teman disabilitas lain di Taman Bungkul setiap hari Minggu.
IMABEL: Ruang Tumbuh bagi Para Bestie
Kehadiran Rizky dan Abidah tidak lepas dari dukungan IMABEL (Inklusif Mandiri dan Kredibel), sebuah platform yang bergerak dalam pemberdayaan penyandang disabilitas dan pemuda inklusif. IMABEL percaya bahwa setiap individu memiliki potensi unik yang dapat dikembangkan melalui pendampingan, pelatihan, dan kolaborasi lintas sektor.
Melalui kegiatan seperti HBN 2026, IMABEL terus mendorong para anggotanya—yang akrab disapa “bestie”—untuk berani tampil, berkarya, dan meraih prestasi, sejalan dengan semangat Inklusif, Mandiri, dan Kredibel.
2 Oktober: Warisan yang Mendunia
Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober memiliki makna historis mendalam. Pada tanggal tersebut pada tahun 2009, UNESCO secara resmi mengukuhkan batik Indonesia ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan dalam sidang di Abu Dhabi. Pengakuan itu kemudian ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009.
Pada 2026, peringatan HBN di Surabaya berlangsung sejak 30 September hingga 4 Oktober, dengan puncak acara Batik Berlayar di Sungai Kalimas pada 2 Oktober. Parade sekitar 10 perahu berhias motif batik khas Jawa Timur akan menyusuri Sungai Kalimas dari Taman Prestasi menuju Monumen Kapal Selam, menghadirkan pertunjukan seni, musik, dan permainan cahaya di sepanjang rute.
Melalui HBN 2026, batik tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dirayakan sebagai bagian dari gaya hidup modern—sebuah warisan yang terus hidup, berlayar, dan menyapa generasi baru.
#HariBatikNasional2026 #BatikBerlayar #IMABEL #DifabelKredibel #BatikTulungagung
Tags: Anak Berprestasi, Difabel Kredibel, Imabel
Ketika Batik Berlayar ke Ruang Publik: Cerita Inklusi dari Tunjungan Plaza 3
Imabel.net — Di sudut kota Surabaya, tepatnya di SDN Gunung Anyar 273, ada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun bernama... selengkapnya
Imabel.net — Di balik gemerlap lampu panggung dan sorak sorai penonton, ada kisah tentang keberanian yang melampaui batas. Syabil Noor... selengkapnya
Imabel.net — Suasana berbeda terasa di Ruang Auditorium Lantai 6 RS Mitra Keluarga Kenjeran pada Sabtu (4/7/2026) pagi. Puluhan perempuan... selengkapnya
IMABEL.net — Anggota DPD RI dari Jawa Timur, Hj. Lila Istifahma, S.Si., M.E.I., atau yang akrab disapa Ning Lia, hadir... selengkapnya
Imabel.net — Sebuah kabar menggembirakan datang dari Korps Bhayangkara menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan... selengkapnya
Imabel.net — Di usia yang baru menginjak 16 tahun, Keisya Aizatul Azzira telah membuktikan bahwa keterbatasan pendengaran bukanlah penghalang untuk bermimpi... selengkapnya
Imabel.net — Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia, menerima penghargaan bergengsi Maklumat Partnership Awards 2026... selengkapnya
Imabel.net — Sorotan tajam dilayangkan Komisi E DPRD Jawa Timur kepada Pemerintah Provinsi Jatim dan seluruh Badan Usaha Milik Daerah... selengkapnya
Imabel.net — Pemerintah Kota Surabaya secara resmi meluncurkan buku berjudul “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” di Balai Budaya, Kompleks Balai... selengkapnya
IMABEL.net— Atrium Tunjungan Plaza 3 bukan sekadar pusat perbelanjaan pada Kamis (1/10/2026) sore. Di Daily Stage yang berdiri di tengah... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.