● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Di Balik Padatnya Jadwal, Kebersamaan Peserta Training of Trainers Inklusi Perbankan ITS Terpancar dalam Satu Bingkai

Serius Tapi Santai, Para Peserta Training of Trainers: Breaking Attitudinal Barriers – Inclusive Banking for Persons with Disabilities Berpose Bersama Para Pemateri di Sela-sela Padatnya Jadwal Kegiatan
IMABEL.net — Ada momen yang tak selalu terlihat dalam rundown acara. Di sela-sela padatnya jadwal “Training of Trainers: Breaking Attitudinal Barriers – Inclusive Banking for Persons with Disabilities” yang digelar di Ruang Kelas 102, Departemen Manajemen Bisnis, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, para peserta menyempatkan diri untuk berpose bersama para pemateri.
Bingkai itu sederhana, namun menyimpan cerita tentang kebersamaan yang tumbuh dari ruang belajar yang inklusif.
Kegiatan yang berlangsung Senin hingga Kamis, 12–15 Oktober 2026, ini terselenggara atas kerja sama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan Team Inclusion Bangladesh Foundation (TIBF) dan Monash University Australia.
Di antara peserta yang hadir, tampak dua perwakilan Komunitas IMABEL (Inklusif Mandiri dan Kredibel)—Altan Hernando Putera Apriliadi (Nando) dan Matahari Wildan Romadhan (Didan).
Keduanya merupakan penyandang tuna rungu yang aktif merintis usaha. Nando adalah kreator konten digital dan pengusaha di bidang IT, sementara Didan menekuni bidang cake and bakery melalui usaha Macake_sby.
Mereka adalah sahabat sejak kecil yang tumbuh bersama, kini sama-sama memasuki usia produktif, dan masing-masing sedang membangun impiannya.
Hari Ketiga: Dari Budaya hingga Praktik Nyata
Hari ketiga, Rabu (14/10/2026), dibuka dengan sesi “Morning Tea/Coffee & Learning Recap” pada pukul 08.30–09.00 WIB. Sesi ini menjadi ruang refleksi bagi para peserta untuk mengingat kembali materi-materi yang telah diperoleh pada dua hari sebelumnya. Suasana hangat dan akrab terasa ketika para peserta saling berbagi catatan dan pengalaman.
Memasuki pukul 09.00–09.45 WIB, hadir sesi “Disability Culture and Communication Access in Banking”. Sesi ini mengajak peserta memahami budaya disabilitas dan bagaimana akses komunikasi yang setara dapat diwujudkan di lingkungan perbankan. Bagi Nando dan Didan yang merupakan penyandang tuna rungu, sesi ini menjadi sangat relevan karena membahas secara mendalam tentang pentingnya akses komunikasi yang inklusif.
Dilanjutkan pada pukul 09.50–10.35 WIB dengan sesi “Silent Banking Lab”. Ini adalah sesi simulasi di mana para peserta mengalami langsung bagaimana rasanya bertransaksi di bank tanpa kemampuan mendengar atau berbicara. Sesi ini dirancang untuk membangun empati dan pemahaman tentang tantangan yang dihadapi penyandang tuna rungu dalam mengakses layanan perbankan.
Kemudian, pukul 10.35–11.20 WIB, peserta mengikuti “Communication Solutions Challenge”—sebuah tantangan untuk merancang solusi komunikasi yang efektif dan inklusif bagi penyandang disabilitas di lingkungan perbankan. Setelah jeda makan siang dan salat Dzuhur, kegiatan dilanjutkan pukul 13.00 WIB dengan sesi “Why Behaviour Does Not Change After Training”, yang membahas mengapa pelatihan sering kali tidak menghasilkan perubahan perilaku yang signifikan, dan bagaimana mengatasinya.
Puncak hari ketiga adalah “Behaviour-to-Practice Lab” dan “Before-and-After Banking Practice” yang berlangsung pukul 13.50–14.35 WIB. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk menerapkan langsung apa yang telah dipelajari—membandingkan praktik perbankan sebelum dan sesudah menerapkan prinsip-prinsip inklusi.
Para Peserta dari Berbagai Latar Belakang
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang. Selain Nando dan Didan, hadir pula peserta dari kalangan akademisi, praktisi perbankan, dan komunitas disabilitas. Beberapa nama yang turut serta antara lain Rizki Wiliyan Aswinanto, Herliana Widyaningsih, Rani Dwi Sartikasari, Laili Soimaturrohmah, Doddy Affendi, Novaliati, Widodo, Henry Suprastiyono, Muhammad Kurniawan, Firman Ady Susantio, Samsul Hadi, Fidelis Aurelia Afriska Sandra, Wiwin Mutia Lestari, Hadi Fahrul Nurdin, Fadlakal Jamal Ghofqru Aswar, Prana Carenza Aditya Bagaskara, Deny Yen Martin Rahman, Hanny Aisyah, Ningsih, Tutik Iriani, Ida Retnasari, Ilil Machmudah, Evi Ayu Lestari, Inggit Mutiara, Umi Royhanah, Rifki Ismal, Lintang Diani Ratri, Sri Redjeki, Putri Nur Miadira, Nabilla Nurjanah, Irma Zuraida, Nasya Putri Risdyantari, Putri Masyita Qomaryah, serta sejumlah peserta lainnya. Hadir pula Sri Yayu Ninglasari dan Santy Dwi Cempaka yang turut memperkaya diskusi dengan perspektif akademis.
Sertifikat Internasional sebagai Bekal Masa Depan
Sebagai peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, Nando dan Didan berhak menerima sertifikat keikutsertaan pelatihan bertaraf internasional. Sertifikat ini merupakan pengakuan atas partisipasi mereka dalam program yang melibatkan kolaborasi lintas negara—Indonesia, Bangladesh, dan Australia.
Cak Lutfi, founder platform IMABEL, menyampaikan harapannya agar sertifikat tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi Nando dan Didan. “Sertifikat level internasional ini diharapkan dapat digunakan untuk menunjang masa depan Nando dan Didan dalam menjalankan bisnisnya, atau jika suatu saat nanti diperlukan untuk hal lainnya,” ujarnya.
Menurut Cak Lutfi, kesempatan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi bestie IMABEL karena telah dipercaya untuk mengikuti kegiatan bertaraf internasional.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Inklusif
Cak Lutfi berharap kegiatan inklusi semacam ini lebih sering diadakan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di sektor-sektor lain seperti perbankan, kesehatan, dan transportasi. “Semakin sering kegiatan seperti ini digelar, semakin cepat pula terwujudnya Surabaya dan Jawa Timur yang ramah inklusi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa partisipasi penyandang disabilitas dalam ruang-ruang pelatihan seperti ini merupakan bagian penting dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045—sebuah visi di mana setiap warga negara, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan berdaya.
#IMABEL #TrainingOfTrainers #InclusiveBanking #BestieIMABEL #IndonesiaEmas2045
Tags: Anak Berprestasi, Difabel, Disabilitas, Imabel
Di Balik Padatnya Jadwal, Kebersamaan Peserta Training of Trainers Inklusi Perbankan ITS Terpancar dalam Satu Bingkai
IMABEL.net — Ada momen di mana panggung tidak lagi soal siapa yang terlihat, melainkan siapa yang terdengar. Di Atrium Maspion... selengkapnya
IMABEL.net — Di tengah hiruk-pikuk janji politik dan program pembangunan yang silih berganti, muncullah sebuah inisiatif yang terasa berbeda. Bukan... selengkapnya
IMABEL.net — Kamera-kamera itu tak mau beranjak. Di atas panggung Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur, Menteri UMKM Maman Abdurrahman merangkul... selengkapnya
IMABEL.net — Angin segar bagi penyandang disabilitas di Jawa Timur akhirnya bertiup kencang. Setelah melalui pembahasan panjang sejak Juni 2026,... selengkapnya
IMABEL.net — Ada yang berbeda dari suasana Ruang Kelas 102, Departemen Manajemen Bisnis, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, pada Senin hingga... selengkapnya
IMABEL.net — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto, M.Kes., MARS, yang akrab disapa Dokter Benny, menerima kunjungan silaturahmi... selengkapnya
IMABEL.net — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur berubah menjadi taman bermain imajinasi pada Sabtu (12/9/2026). Puluhan anak, orang tua,... selengkapnya
Imabel.net — Ada satu fakta penting yang harus dipahami bersama: penyandang disabilitas lebih rentan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang... selengkapnya
IMABEL.com — Bagi Gilang “Jaranan” Nugraha, seni bukanlah satu ruang tunggal. Ia bergerak bebas antara kanvas lukis, anyaman pecut, dan... selengkapnya
Imabel.net — Sebuah kabar menggembirakan datang dari Korps Bhayangkara menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.