● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Subece Luncurkan Buku Ketiga, “Petualangan dari Kotak Cerita” Hadirkan 21 Kisah Sebelum Tidur

Subece Luncurkan Buku Ketiga, “Petualangan dari Kotak Cerita” Hadirkan 21 Kisah Sebelum Tidur
IMABEL.net — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur berubah menjadi taman bermain imajinasi pada Sabtu (12/9/2026). Puluhan anak, orang tua, dan pegiat literasi berkumpul menyaksikan kelahiran sebuah buku antologi cerita anak berjudul “Petualangan dari Kotak Cerita: 21 Kisah Menakjubkan Sebelum Tidur”.
Buku ini bukan karya tunggal, melainkan buah kolaborasi 12 penulis yang tergabung dalam komunitas literasi Subece (Surabaya Bercerita), menyajikan 21 cerita inspiratif untuk pembaca usia 7 hingga 12 tahun.
Acara peluncuran ini dihadiri sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Bapak Tuadi dari Dinas Sosial Surabaya yang juga menjabat sebagai Kepala UPTD Kampung Anak Negeri, serta Ibu Wita Sari dari Disperpusip Jatim. Sejumlah media turut meliput, di antaranya RRI Surabaya, Kesurabaya.com, dan Imabel.net.
Literasi sebagai Jalan Pulang di Era Distraksi
Sambutan pembuka disampaikan oleh Kak Fitri. Ia mengangkat persoalan yang akrab di telinga para orang tua: anak-anak yang tumbuh di tengah banjir konten digital, mudah teralihkan perhatiannya, dan semakin jauh dari buku. “Semangat literasi harus dipupuk dari lingkungan keluarga,” tegasnya. Menurutnya, perpustakaan memegang peran krusial sebagai ruang publik yang menumbuhkan kembali kecintaan pada bacaan.
Pak Tuadi, Kepala UPTD Kampung Anak Negeri, menambahkan dimensi lain dalam sambutannya. Ia berbicara tentang literasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus, menegaskan bahwa setiap anak—tanpa kecuali—memiliki potensi yang bisa diasah, salah satunya melalui aktivitas membaca dan bercerita.
Pesan dari Kepala Dinas Sosial Surabaya, Ibu Antiek, yang dibacakan di hadapan peserta, menegaskan bahwa “anak-anak adalah investasi masa depan bangsa.” Ia berharap buku ini menjadi warisan kecil yang berdampak besar bagi tumbuh kembang generasi penerus.
Dari #30HariBercerita ke Buku Ketiga
Kak Esti, perwakilan Subece, menuturkan sejarah komunitas ini. Subece lahir secara daring melalui tantangan #30haribercerita, sebuah gerakan sederhana yang mengajak orang tua dan relawan untuk konsisten mendongeng. “Petualangan dari Kotak Cerita” menandai buku ketiga yang mereka terbitkan, sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa konsistensi kecil dapat berbuah karya nyata.
Dalam paparannya, Kak Esti membeberkan data yang memprihatinkan. UNESCO mencatat hanya 1 dari 1.000 anak Indonesia yang memiliki minat baca tinggi. Data ini diperkuat survei GoodStats awal 2025 yang menemukan hanya 20,7 persen masyarakat yang rutin membaca setiap hari. Angka-angka ini menjadi panggilan darurat bagi semua pihak untuk kembali menghidupkan budaya literasi.
Menghadapi realitas itu, Kak Esti memberikan argumen mengapa buku fisik tetap relevan. “Kenapa harus buku fisik? Karena feel-nya beda. Buku dipegang dan dibuka halaman tiap halaman,” ujarnya. Buku fisik, lanjutnya, menciptakan pengalaman sensorik yang tidak bisa digantikan layar. Lebih dari itu, ia membuka ruang dialog antara orang tua dan anak. “Orang tua bisa mendongeng untuk anaknya dengan sumber buku bacaan. Terjadi diskusi antara orang tua dan anak setelah sesi dongeng,” tambahnya.
“Tora dan Kiki” dan Imajinasi yang Hidup
Puncak acara datang dari Kak Saila. Dengan gaya bercerita yang ekspresif, ia membawakan dongeng berjudul “Tora dan Kiki”, salah satu cerita dalam buku tersebut. Kisah persahabatan antara Tora si Harimau dan Kiki si Rusa itu disampaikan dengan penuh interaksi. Anak-anak diajak tertawa, menjawab, dan membayangkan diri mereka berada di dalam hutan bersama kedua tokoh. Sorak riang dan tawa lepas memenuhi ruangan, membuktikan bahwa cerita yang dibawakan dengan sepenuh hati mampu menghidupkan imajinasi dan menumbuhkan kecintaan pada buku.
#PetualanganDariKotakCerita #Subece #LiterasiAnak #DongengAnak #SurabayaBercerita
Tags: Ekonomi Kreatif, Literasi
Subece Luncurkan Buku Ketiga, “Petualangan dari Kotak Cerita” Hadirkan 21 Kisah Sebelum Tidur
IMABEL.net — Kamera-kamera itu tak mau beranjak. Di atas panggung Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur, Menteri UMKM Maman Abdurrahman merangkul... selengkapnya
IMABEL.net — Ada yang istimewa dari sebuah kanvas yang dikirim dari Surabaya ke Jakarta pada Jumat (25/9/2026). Di atasnya, sebuah... selengkapnya
IMABEL.net — Di atas panggung utama Atrium Maspion Square, Surabaya, Rabu (14/10/2026), seorang gadis belia berdiri dengan busana tradisional berpadu... selengkapnya
Imabel.net — Ada satu kesalahan besar yang selama ini melekat dalam pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas: bahwa mereka butuh dikasihani.... selengkapnya
IMABEL.net — Ada yang berbeda dari keramaian Exhibition Hall Grand City Surabaya pada Minggu (4/10/2026) sore. Di tengah hiruk-pikuk Jatim... selengkapnya
Imabel.net — Sebuah kabar menggembirakan datang dari Korps Bhayangkara menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan... selengkapnya
IMABEL.com — Bagi Gilang “Jaranan” Nugraha, seni bukanlah satu ruang tunggal. Ia bergerak bebas antara kanvas lukis, anyaman pecut, dan... selengkapnya
Imabel.net — Abidah Nur Zahro Aulia Umama belum genap 15 tahun, tapi agenda keberhasilannya sudah penuh sesak sepanjang awal Juni.... selengkapnya
Imabel.net — Ada kalanya suara tak perlu keluar dari mulut. Bagi Keisya Aizatul Azzira, suaranya ada di ujung kuas dan... selengkapnya
Imabel.net — Sorotan tajam dilayangkan Komisi E DPRD Jawa Timur kepada Pemerintah Provinsi Jatim dan seluruh Badan Usaha Milik Daerah... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.