Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Imma
● online
Imma
● online
Halo, perkenalkan saya Imma
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup
  • Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
  • Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
  • Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Beranda » Blog » IN(BETWEEN)MOVEMENT: Ketika Tubuh, Suara, dan Visual Menari dalam Satu Ruang di Balai Budaya

IN(BETWEEN)MOVEMENT: Ketika Tubuh, Suara, dan Visual Menari dalam Satu Ruang di Balai Budaya

Diposting pada 3 September 2026 oleh admin / Dilihat: 12 kali / Kategori:
IN(BETWEEN)MOVEMENT: Ketika Tubuh, Suara, dan Visual Menari dalam Satu Ruang di Balai Budaya

IN(BETWEEN)MOVEMENT: Ketika Tubuh, Suara, dan Visual Menari dalam Satu Ruang di Balai Budaya

Imabel.net — Balai Budaya Surabaya berdenyut berbeda pada Rabu malam, 2 September 2026. Bukan sekadar gedung kesenian di Jalan Gubernur Suryo Nomor 15, melainkan panggung bagi eksperimen artistik lintas benua.

“IN(BETWEEN)MOVEMENT” karya Irene Tanuwidjaja dan Ruben Reniers, yang dipersembahkan Wisma Jerman bersama Goethe-Institut, mengajak penonton menyelami pertanyaan universal: apa artinya merasa memiliki?

Lebih dari sekadar tontonan, pertunjukan ini adalah sebuah perjalanan emosional. Dengan format improvisasi yang responsif, tubuh Ruben menari mengikuti lanskap suara elektronik dan visual yang diciptakan Irene secara langsung.

Musik bukanlah iringan, melainkan dialog. Tubuh bukan sekadar media gerak, melainkan medium untuk menerjemahkan pengalaman migrasi dan transformasi identitas.

Irene, komposer asal Indonesia yang menyelesaikan pendidikan Master di Hochschule für Musik und Tanz Köln, telah malang melintang di festival internasional. Sementara Ruben, koreografer kelahiran Jakarta yang tumbuh di Rotterdam, membawa pengalaman panggung Eropa dan hasrat untuk menciptakan karya interdisipliner.

Dalam “IN(BETWEEN)MOVEMENT”, dua seniman ini mempertemukan gestur sehari-hari, gema suara kehidupan, dan gerakan dinamis menjadi satu kesatuan yang cair dan sarat makna.

Malam itu, pertunjukan yang terbuka untuk umum tersebut menyuguhkan dialog antar-medium yang kaya. Ruang panggung menjadi medan pertarungan antara kondisi batin dan realitas eksternal, antara harapan dan keraguan, antara akar dan sayap.

Penonton dibawa hanyut dalam arus perasaan yang berubah-ubah, menyadari bahwa pencarian jati diri dan rasa memiliki adalah perjalanan yang tak pernah selesai.

Gelaran IN(BETWEEN) MOVEMENT juga dihiasi penampilan dramatis dari para penari Surabaya yang memiliki berbagai latar belakang. Anette Janette adalah salah satu dari penari tradisional yang merasa tertantang untuk menyajikan tarian kontemporer dengan durasi latihan yang hanya satu setengah hari. Penampilan Anette dan kawan-kawan yang berbeda dari kebiasaannya tentunya mengundang decak kagum para penonton yang hadir malam itu.

Sorotan juga tertuju pada deretan kursi penonton. Di sana, Abidah Nur Zahro, model disabilitas Surabaya dan Duta Difabel Kredibel, hadir menyaksikan pertunjukan.

Meskipun memiliki keterbatasan pendengaran, matanya menyiratkan penghayatan mendalam terhadap setiap ekspresi visual dan gerakan tubuh di atas panggung. Kehadirannya mengingatkan bahwa bahasa seni bisa melampaui kata-kata.

Abidah Nur Zahro (Kiri) bersama Anette Janette (Dua Dari Kiri) Berinteraksi Setelah Pertunjukan IN(BETWEEN) MOVEMENT

Abidah Nur Zahro (Kiri) bersama Anette Janette (Dua Dari Kiri) Berinteraksi Setelah Pertunjukan IN(BETWEEN) MOVEMENT

Mahasiswa pertukaran dari berbagai negara, seperti Nayera dari Mesir serta Indira dan Kumar dari India, juga tampak kagum. Bagi mereka, pertunjukan ini bukan hanya hiburan, melainkan pertemuan budaya yang akrab dan dekat, sebuah pengingat bahwa seni adalah bahasa universal yang menghubungkan insan dari berbagai belahan dunia.

IN(BETWEEN)MOVEMENT Menjadi Daya Tarik Tersendiri Bagi Penikmat Seni dan Budaya dari Berbagai Latar Belakang dan Negara

IN(BETWEEN)MOVEMENT Menjadi Daya Tarik Tersendiri Bagi Penikmat Seni dan Budaya dari Berbagai Latar Belakang dan Negara

#INBETWEENMOVEMENT #TariKontemporer #BalaiBudayaSurabaya #SeniTanpaBatas #SurabayaBertumbuh

Tags: , , ,

Bagikan ke

IN(BETWEEN)MOVEMENT: Ketika Tubuh, Suara, dan Visual Menari dalam Satu Ruang di Balai Budaya

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

IN(BETWEEN)MOVEMENT: Ketika Tubuh, Suara, dan Visual Menari dalam Satu Ruang di Balai Budaya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: