● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
IN(BETWEEN)MOVEMENT: Ketika Tubuh, Suara, dan Visual Menari dalam Satu Ruang di Balai Budaya

IN(BETWEEN)MOVEMENT: Ketika Tubuh, Suara, dan Visual Menari dalam Satu Ruang di Balai Budaya
Imabel.net — Balai Budaya Surabaya berdenyut berbeda pada Rabu malam, 2 September 2026. Bukan sekadar gedung kesenian di Jalan Gubernur Suryo Nomor 15, melainkan panggung bagi eksperimen artistik lintas benua.
“IN(BETWEEN)MOVEMENT” karya Irene Tanuwidjaja dan Ruben Reniers, yang dipersembahkan Wisma Jerman bersama Goethe-Institut, mengajak penonton menyelami pertanyaan universal: apa artinya merasa memiliki?
Lebih dari sekadar tontonan, pertunjukan ini adalah sebuah perjalanan emosional. Dengan format improvisasi yang responsif, tubuh Ruben menari mengikuti lanskap suara elektronik dan visual yang diciptakan Irene secara langsung.
Musik bukanlah iringan, melainkan dialog. Tubuh bukan sekadar media gerak, melainkan medium untuk menerjemahkan pengalaman migrasi dan transformasi identitas.
Irene, komposer asal Indonesia yang menyelesaikan pendidikan Master di Hochschule für Musik und Tanz Köln, telah malang melintang di festival internasional. Sementara Ruben, koreografer kelahiran Jakarta yang tumbuh di Rotterdam, membawa pengalaman panggung Eropa dan hasrat untuk menciptakan karya interdisipliner.
Dalam “IN(BETWEEN)MOVEMENT”, dua seniman ini mempertemukan gestur sehari-hari, gema suara kehidupan, dan gerakan dinamis menjadi satu kesatuan yang cair dan sarat makna.
Malam itu, pertunjukan yang terbuka untuk umum tersebut menyuguhkan dialog antar-medium yang kaya. Ruang panggung menjadi medan pertarungan antara kondisi batin dan realitas eksternal, antara harapan dan keraguan, antara akar dan sayap.
Penonton dibawa hanyut dalam arus perasaan yang berubah-ubah, menyadari bahwa pencarian jati diri dan rasa memiliki adalah perjalanan yang tak pernah selesai.
Gelaran IN(BETWEEN) MOVEMENT juga dihiasi penampilan dramatis dari para penari Surabaya yang memiliki berbagai latar belakang. Anette Janette adalah salah satu dari penari tradisional yang merasa tertantang untuk menyajikan tarian kontemporer dengan durasi latihan yang hanya satu setengah hari. Penampilan Anette dan kawan-kawan yang berbeda dari kebiasaannya tentunya mengundang decak kagum para penonton yang hadir malam itu.
Sorotan juga tertuju pada deretan kursi penonton. Di sana, Abidah Nur Zahro, model disabilitas Surabaya dan Duta Difabel Kredibel, hadir menyaksikan pertunjukan.
Meskipun memiliki keterbatasan pendengaran, matanya menyiratkan penghayatan mendalam terhadap setiap ekspresi visual dan gerakan tubuh di atas panggung. Kehadirannya mengingatkan bahwa bahasa seni bisa melampaui kata-kata.

Abidah Nur Zahro (Kiri) bersama Anette Janette (Dua Dari Kiri) Berinteraksi Setelah Pertunjukan IN(BETWEEN) MOVEMENT
Mahasiswa pertukaran dari berbagai negara, seperti Nayera dari Mesir serta Indira dan Kumar dari India, juga tampak kagum. Bagi mereka, pertunjukan ini bukan hanya hiburan, melainkan pertemuan budaya yang akrab dan dekat, sebuah pengingat bahwa seni adalah bahasa universal yang menghubungkan insan dari berbagai belahan dunia.

IN(BETWEEN)MOVEMENT Menjadi Daya Tarik Tersendiri Bagi Penikmat Seni dan Budaya dari Berbagai Latar Belakang dan Negara
#INBETWEENMOVEMENT #TariKontemporer #BalaiBudayaSurabaya #SeniTanpaBatas #SurabayaBertumbuh
Tags: Ekonomi Kreatif, Imabel, kegiatan komunitas inklusif, kreativitas inklusif
IN(BETWEEN)MOVEMENT: Ketika Tubuh, Suara, dan Visual Menari dalam Satu Ruang di Balai Budaya
Imabel.net — Pemerintah Kota Surabaya secara resmi meluncurkan buku berjudul “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” di Balai Budaya, Kompleks Balai... selengkapnya
Imabel.net — Langkah kecil seorang remaja di panggung fashion kembali membawa cerita besar tentang keberanian, perjuangan, dan kesempatan yang setara.... selengkapnya
Imabel.net — Ruang Ballroom Presisi Polresta Pontianak berubah menjadi galeri seni yang penuh makna pada Minggu (12/7/2026). Deretan kursi dan... selengkapnya
Imabel.net — Di balik angka 164.294, ada wajah-wajah penuh harap yang selama ini mungkin merasa terpinggirkan. Mereka adalah murid difabel... selengkapnya
Kesurabaya.com – Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sebuah program pertanian inklusif bagi penyandang disabilitas bernama PELITA (Pemberdayaan... selengkapnya
Imabel.net — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, bersama Konsul Jenderal Jepang di Surabaya menghadiri sekaligus menyerahkan... selengkapnya
IMABEL.net — Pemerintah resmi menetapkan Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 pada 2... selengkapnya
Imabel.net — Sore itu di Eyala Cafe Kenjeran bukan sekadar kopi dan obrolan biasa. Ada energi besar yang berkumpul saat... selengkapnya
Imabel.net — Di tengah rangkaian acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026, sebuah... selengkapnya
Imabel.net — Sebanyak 29 Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) dari berbagai daerah berkumpul di Hotel Dafam Merr Surabaya pada Selasa (30/6/2026).... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.