● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Bukan Sekadar Jargon! Polresta Pontianak bersama Para Difabel Buktikan Inklusi Lewat Kanvas

Bukan Sekadar Jargon! Polresta Pontianak bersama Para Difabel Buktikan Inklusi Lewat Kanvas
Imabel.net — Ruang Ballroom Presisi Polresta Pontianak berubah menjadi galeri seni yang penuh makna pada Minggu (12/7/2026). Deretan kursi dan kanvas terhampar rapi, diisi oleh para penyandang disabilitas yang dengan penuh semangat menggoreskan kuas.
Mereka bukan sekadar peserta lomba, melainkan pembawa pesan besar: bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya.
Lomba Melukis Difabel ini menjadi salah satu rangkaian Lomba Kreatif Polri 2026, sekaligus bukti nyata bahwa Polri hadir untuk semua lapisan masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh peserta lokal, tetapi juga menjadi perhatian komunitas inklusi nasional. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa semangat berkarya tidak mengenal batas geografis. Setiap sapuan kuas di atas kanvas menjadi simbol perlawanan terhadap stigma, sekaligus perayaan atas keberagaman.
Duta Difabel Kredibel dan Semangat Berkarya Tanpa Batas
Jauh dari Pontianak, nama Keisya Aizatul Azzira sudah terlebih dahulu muncul di dunia seni lukis. Pelukis muda asal Surabaya dengan kondisi tuli ini telah dikenal luas berkat karya-karyanya yang penuh warna dan makna.
Meski mengikuti kegiatan di Pontianak tersebut, semangat Keisya dan para Duta Difabel Kredibel lainnya menjadi inspirasi bagi para peserta. Mereka adalah bukti bahwa talenta luar biasa lahir dari kerja keras dan ketekunan, bukan dari kondisi fisik.
Keisya sendiri telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan. Perjalanannya dimulai sejak usia dini, menjuarai berbagai lomba menggambar tingkat kota hingga nasional. Ia pernah meraih Juara 1 Lomba Menggambar Piala Walikota Surabaya mewakili Puskesmas se-Surabaya pada 2022, serta tampil mendongeng dalam Bahasa Isyarat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, atas undangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada Juni 2026, Keisya bersama dua rekannya, Abidah dan Wantofal, berhasil meraih penghargaan dalam ajang Gala Cerita Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan. Prestasi-prestasi ini menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.
IMABEL.net: Rumah Digital bagi Para Pengukir Prestasi
Di balik goresan kanvas dan prestasi yang berkilau, ada sebuah platform yang terus menguatkan ekosistem inklusi. IMABEL (Inklusif, Mandiri, dan Kredibel) hadir sebagai rumah digital bagi para difabel kreatif.
Platform ini menjadi jembatan bagi mereka untuk memasarkan karya, berbagi cerita, dan terhubung dengan pasar yang lebih luas. Kehadiran IMABEL memastikan bahwa karya seni dan keterampilan para difabel tidak hanya diapresiasi di panggung lomba, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui IMABEL, Duta Difabel Kredibel seperti Keisya dapat terus mengembangkan potensi dan menjangkau audiens yang lebih besar. Platform ini juga menjadi wadah kolaborasi antara para difabel, komunitas, dan para pemangku kepentingan yang peduli pada inklusi. Dengan semangat “Aku Bisa”, IMABEL mengubah narasi dari ketergantungan menjadi kemandirian.
Cak Lutfi: “Inklusi Harus Diimplementasikan, Bukan Sekadar Jargon”
Luthfi Nur Zaman, yang akrab disapa Cak Lutfi, Founder Platform IMABEL sekaligus Pembina Duta Difabel Kredibel, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polresta Pontianak atas penyelenggaraan kegiatan ini.
Menurutnya, langkah Polri ini adalah contoh nyata bagaimana inklusi diimplementasikan, bukan sekadar diucapkan.
“Konsep Inklusi seharusnya bukan hanya menjadi jargon saja, melainkan harus diimplementasikan dalam bentuk nyata, salah satunya kegiatan positif yang diselenggarakan oleh institusi Polri ini. Kami mengajak seluruh stakeholder agar semakin memahami konsep Inklusi tersebut, sehingga ke depannya tercipta masyarakat yang ramah Inklusi,” ujar Cak Lutfi.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara institusi, komunitas, dan platform seperti IMABEL adalah kunci untuk menciptakan ekosistem yang benar-benar inklusif.
Dengan adanya ruang apresiasi seperti lomba melukis ini, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa setiap individu memiliki potensi yang sama untuk berkontribusi bagi bangsa.
#PolriInklusif #LombaLukisDifabel #IMABEL #DutaDifabelKredibel #SeniTanpaBatas
Tags: Difabel, Disabilitas, kegiatan komunitas inklusif, pemberdayaan disabilitas produktif
Bukan Sekadar Jargon! Polresta Pontianak bersama Para Difabel Buktikan Inklusi Lewat Kanvas
Imabel.net — Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan inklusif di Gresik. Lembaga Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, El Ghani Kids Autism... selengkapnya
Imabel.net — Balai Budaya Surabaya berdenyut berbeda pada Rabu malam, 2 September 2026. Bukan sekadar gedung kesenian di Jalan Gubernur... selengkapnya
Imabel.net — Abidah Nur Zahro Aulia Umama belum genap 15 tahun, tapi agenda keberhasilannya sudah penuh sesak sepanjang awal Juni.... selengkapnya
IMABEL.net— Di Amerika Serikat, setiap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki hak hukum yang dilindungi undang-undang untuk mendapatkan pendidikan yang dirancang... selengkapnya
Imabel.net — Sore itu di Eyala Cafe Kenjeran bukan sekadar kopi dan obrolan biasa. Ada energi besar yang berkumpul saat... selengkapnya
Imabel.net — Kabar gembira datang bagi para pencari kerja, terutama bagi lulusan baru dan penyandang disabilitas. Pemerintah secara resmi meluncurkan... selengkapnya
Imabel.net — Jumat (26/6/2026) menjadi hari bersejarah bagi Hery Purwadi. Pria yang selama ini akrab disapa dengan sapaan Cak Heri... selengkapnya
Imabel.net — Kemeriahan peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Surabaya semakin lengkap dengan penampilan spesial dari RAPres Band, grup musik... selengkapnya
Imabel.net — Kabar membanggakan datang dari tiga anak istimewa asal Surabaya. Hanya berselang dua hari setelah resmi menyandang selempang Duta... selengkapnya
Imabel.net — Di tengah rangkaian acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026, sebuah... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.