Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Imma
● online
Imma
● online
Halo, perkenalkan saya Imma
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup
  • Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
  • Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
  • Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Beranda » Blog » Anindya Hanum Maulida Luth, Gadis Tuli Peraih Wild Card di WWI: Tiket Menuju Kompetisi Nasional

Anindya Hanum Maulida Luth, Gadis Tuli Peraih Wild Card di WWI: Tiket Menuju Kompetisi Nasional

Diposting pada 5 September 2026 oleh admin / Dilihat: 43 kali / Kategori: , ,
Anindya Hanum Maulida Luth, Gadis Tuli Peraih Wild Card di WWI: Tiket Menuju Kompetisi Nasional

Anindya Hanum Maulida Luth, Gadis Tuli Peraih Wild Card di WWI: Tiket Menuju Kompetisi Nasional

Imabel.net — Panggung cat walk di Ciputra World Surabaya pada Minggu, 30 Agustus 2026 menyimpan sebuah kisah yang menginspirasi. Di tengah gemerlap ajang Pemilihan Wajah Wastra Indonesia (WWI) Jawa Timur, seorang gadis tuli berusia 13 tahun bernama Anindya Hanum Maulida Luth berhasil mencuri perhatian bukan sebagai peserta resmi, melainkan sebagai partisipan yang awalnya hanya ingin memeriahkan acara anniversary Shine Management.

Hanum, siswi SLB-B Dharma Wanita Sidoarjo yang memiliki tingkat ketulian 110 db River (tanpa sisa pendengaran), menunjukkan kemampuan dan kepercayaan diri yang luar biasa di atas panggung.

Tanpa ekspektasi, penampilannya justru mendapatkan apresiasi tinggi. Ia tidak hanya meraih gelar Best Costume di kategori usia remaja, tetapi juga menerima Wild Card untuk melaju ke Grand Final Pemilihan Wajah Wastra Indonesia di Jakarta yang akan digelar pada 26–28 November 2026.

Perjalanan Hanum membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk bersinar. “Datang untuk memeriahkan, justru mendapat kesempatan berkompetisi di tingkat nasional,” menjadi benang merah dari kisahnya.

Kemampuan cat walk yang mumpuni, aura kuat, serta fokus yang tajam saat melenggang di atas panggung menjadi faktor utama ia mendapatkan perhatian.

Kostum yang dikenakannya dinilai pas, tidak sederhana namun tidak berlebihan, sangat sesuai dengan usianya dan mampu menggambarkan kekayaan budaya wastra Indonesia.

Anak ketiga dari empat bersaudara ini terlahir normal dan sehat, namun pada usia 2 tahun, orang tuanya mengetahui bahwa Hanum divonis tuli sejak lahir. Kondisi ini tidak menyurutkan semangat Hanum untuk mengembangkan potensi dirinya. Di SLB-B Dharma Wanita Sidoarjo, sekolah yang juga mengajarkan metode kitabah dengan bahasa isyarat untuk menghafal huruf hijaiah, Hanum terus menunjukkan bahwa disabilitas bukanlah batasan untuk berkreasi.

Cerita Hanum adalah cerminan semangat inklusivitas yang terus tumbuh. Keberaniannya tampil di ruang publik membuktikan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkarya dan diperhatikan. “DISABILITAS MENEMBUS BATAS” adalah pesan utama yang dapat dipetik dari perjalanan Hanum menuju panggung nasional.

#HanumBersinar #WWI2026 #DisabilitasBerprestasi #BestCostume #SurabayaMenginspirasi

Tags: , , , ,

Bagikan ke

Anindya Hanum Maulida Luth, Gadis Tuli Peraih Wild Card di WWI: Tiket Menuju Kompetisi Nasional

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anindya Hanum Maulida Luth, Gadis Tuli Peraih Wild Card di WWI: Tiket Menuju Kompetisi Nasional

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: