Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Imma
● online
Imma
● online
Halo, perkenalkan saya Imma
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup
  • Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
  • Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
  • Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Beranda » Blog » Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta Rupiah dari Selada Hidroponik Berkat Program PELITA

Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta Rupiah dari Selada Hidroponik Berkat Program PELITA

Diposting pada 23 May 2026 oleh admin / Dilihat: 46 kali / Kategori:
Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta Rupiah dari Selada Hidroponik Berkat Program PELITA

Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta Rupiah dari Selada Hidroponik Berkat Program PELITA

Kesurabaya.com – Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sebuah program pertanian inklusif bagi penyandang disabilitas bernama PELITA (Pemberdayaan Lintas Abilitas) berhasil mengubah hidup para petani difabel dengan menjadikan mereka pemasok tetap sayuran hidroponik ke berbagai kafe, restoran, dan UMKM di sejumlah daerah Sulawesi Selatan.

Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok petani binaan program yang diinisiasi oleh Manava Foundation ini membukukan pendapatan hingga lebih dari Rp60 juta dari hasil panen selada hidroponik. Program Manager PELITA, Iqbal Naufal, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi penyandang disabilitas di sektor pertanian, mulai dari keterbatasan alat yang ramah disabilitas hingga akses pasar yang sempit.

Program yang dijalankan di Dusun Bonto Bulaeng, Bulukumba ini tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi mencakup pendampingan pascapanen, pengendalian kualitas produk, hingga akses pemasaran ke sektor hotel, restoran, dan kafe (HORECA). Melalui sistem hidroponik inklusif, proses budidaya dirancang lebih ringan dan fleksibel agar dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing petani.

“PELITA mengajak petani difabel mengubah kebiasaan yang sebelumnya bertani secara konvensional ke pertanian modern melalui sistem hidroponik,” ujar Iqbal dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Pada tahun 2025, kelompok petani PELITA berhasil menanam 22.693 benih selada hidroponik dengan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 81 persen. Program tersebut menghasilkan lebih dari 1.154 kilogram selada hidroponik yang siap dipasarkan. Pendapatan kelompok petani meningkat drastis dari Rp7,2 juta pada Juni menjadi Rp54 juta pada November 2025.

Salah satu petani binaan program PELITA, Ihwan, mengaku kini telah memiliki penghasilan rutin dari hasil bertani hidroponik, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia miliki. “Dulu saya belum punya penghasilan tetap sendiri. Sekarang Alhamdulillah saya sudah bisa mendapatkan penghasilan setiap bulan dari hasil bertani,” kata Ihwan penuh syukur.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar jika diberi akses, pelatihan, dan kesempatan yang setara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, terdapat 305.217 penyandang disabilitas yang bekerja di sektor pertanian di Indonesia, namun sebagian besar masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, pelatihan, dan kepastian pasar. Program PELITA hadir menjawab semua tantangan tersebut.

Tak hanya menjadi sumber ekonomi baru, greenhouse PELITA kini juga berkembang menjadi ruang pembelajaran pertanian inklusif yang mulai menerima kunjungan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum untuk mempelajari sistem hidroponik secara langsung. Produk hasil panen petani binaan bahkan telah dipamerkan dalam sejumlah kegiatan UMKM dan forum NGO di Jakarta.

CEO Manava Collective, Marisa Thara Wardhani, mengatakan bahwa program tersebut menunjukkan bahwa dampak sosial dapat berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. “Kami percaya model seperti ini tidak hanya menciptakan akses ekonomi bagi kelompok yang selama ini belum memiliki kesetaraan akses dan kesempatan, tetapi juga dapat membantu perusahaan membangun supply chain yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Marisa.

Pada tahun 2026, Manava Foundation berencana memperluas kapasitas produksi di Bulukumba serta memperkuat jaringan pemasaran ke sektor HORECA dan korporasi berbasis ESG. Model pertanian inklusif yang telah terbukti sukses ini pun akan direplikasi ke daerah-daerah lain di Indonesia.

Tags: , , , , ,

Bagikan ke

Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta Rupiah dari Selada Hidroponik Berkat Program PELITA

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta Rupiah dari Selada Hidroponik Berkat Program PELITA

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: