Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Imma
● online
Imma
● online
Halo, perkenalkan saya Imma
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup
  • Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
  • Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
  • Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Beranda » Blog » Seribu Tangan, Satu Semangat: Saat Teks Proklamasi “Bersuara” Lewat Isyarat di Malioboro

Seribu Tangan, Satu Semangat: Saat Teks Proklamasi “Bersuara” Lewat Isyarat di Malioboro

Diposting pada 15 August 2026 oleh admin / Dilihat: 8 kali / Kategori:
Seribu Tangan, Satu Semangat: Saat Teks Proklamasi "Bersuara" Lewat Isyarat di Malioboro

Seribu Tangan, Satu Semangat: Saat Teks Proklamasi “Bersuara” Lewat Isyarat di Malioboro

Imabel.net — Malioboro yang biasanya ramai oleh langkah kaki wisatawan, pada Rabu (13/8/2026) berubah menjadi panggung monumental.

Bukan karena parade atau konser, melainkan karena ribuan pasang tangan bergerak serentak, membentuk isyarat yang membacakan naskah proklamasi.

Di bawah arahan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, para penyandang disabilitas menuangkan semangat kemerdekaan bukan dengan suara, tetapi dengan gerakan yang sarat makna. Lebih dari seribu peserta hadir dalam peristiwa yang berhasil mencatatkan namanya di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) ini.

Namun, gelar rekor bukanlah tujuan utama. Bagi mereka, ini adalah pengakuan bahwa kemerdekaan bukan milik segelintir orang. Ini adalah deklarasi bahwa setiap warga negara—apa pun kondisinya—berhak untuk hadir, terlibat, dan merayakan kebebasan dengan caranya sendiri.

“Kemajuan Bangsa Diukur dari Sejauh Mana Semua Warga Hadir”

Di balik pemecahan rekor, ada pesan yang lebih dalam dari Sri Paduka Paku Alam X. Baginya, pembacaan teks proklamasi oleh teman-teman difabel adalah cerminan nyata dari pemerintahan yang berpihak pada semua.

“Kemajuan suatu bangsa pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh apa yang berhasil dibangun, tetapi juga oleh sejauh mana setiap warga negara memperoleh kesempatan untuk hadir, berpartisipasi, dan diakui sebagai bagian yang utuh dari kehidupan bersama,” ujarnya.

Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah untuk mengubah stigma, membangun kesadaran, dan menciptakan ruang yang setara bagi setiap individu.

Isyarat yang Mengguncang Nurani

Momen di Malioboro itu mengirimkan pesan yang melampaui kata-kata. Ribuan tangan yang bergerak serentak dalam bahasa isyarat adalah simbol bahwa inklusi bukanlah anugerah, melainkan hak.

Bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi alasan untuk menepikan seseorang dari perayaan bersama.

Dengan tercatatnya rekor MURI dan semangat yang dibawa pulang oleh setiap peserta, Malioboro hari itu bukan hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa bangsa ini akan benar-benar hebat ketika setiap anak bangsanya merasa diakui, dihargai, dan diberi ruang untuk bersinar.

#MalioboroInklusif #BisuBersuara #ProklamasiIsyarat #DisabilitasBerdaya #RekorMURI2026

Tags: , ,

Bagikan ke

Seribu Tangan, Satu Semangat: Saat Teks Proklamasi “Bersuara” Lewat Isyarat di Malioboro

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Seribu Tangan, Satu Semangat: Saat Teks Proklamasi “Bersuara” Lewat Isyarat di Malioboro

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: