● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Pelukan Hangat dari Difabel Kredibel: Malam Penobatan Cak Aldo dan Ning Rara di Grand Final Cak & Ning Surabaya 2026

Cak Aldo dan Ning Rara yang Dinobatkan sebagai Cak dan Ning Surabaya 2026 Mendapatkan Ucapan Selamat dari Duta Difabel Kredibel Rizky dan Abidah
IMABEL.net — Ada momen yang tak biasa di panggung Grand Final Pemilihan Duta Wisata Cak & Ning Surabaya 2026, Sabtu malam (10/10/2026) di halaman Balai Kota Surabaya.
Ketika Cak Aldo dan Ning Rara dinobatkan sebagai pemenang, dua sosok yang berdiri di barisan penonton bergegas berdiri. Mereka bukan tamu biasa. Rizky Gusti Preyambodo dan Abidah Nur Zahro, dua Duta Difabel Kredibel, berjalan mantap menuju panggung untuk memberikan ucapan selamat langsung kepada pasangan duta wisata terpilih. Pelukan hangat dan jabat tangan tulus menjadi simbol bahwa pariwisata Surabaya adalah milik semua orang—tanpa terkecuali.
Momen itu menjadi puncak dari sebuah malam yang sejak awal memang dirancang untuk merayakan inklusi.
Sejak sore, Balai Kota Surabaya telah dipenuhi warga dari berbagai penjuru kota. Sorot lampu berpadu dengan antusiasme penonton, menciptakan atmosfer yang hangat dan penuh kebanggaan.
Rangkaian acara dibuka dengan opening dance dari 15 pasang finalis, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penampilan Tari Gong Praga yang memukau.
Adhigana Manggala: Semangat Generasi Muda Surabaya
Grand Final tahun ini mengusung tema “Adhigana Manggala” dengan semboyan “Berani Berkarya, Bersama Berdaya”. Tema ini bukan sekadar frasa, melainkan panggilan bagi generasi muda Surabaya untuk berani mengambil peran dan bersama-sama memberdayakan potensi kota.
Rangkaian seleksi panjang sejak pendaftaran dibuka pada 6 Juli 2026—mulai dari Technical Meeting pada 13 September, penyisihan 18–20 September, semifinal 26 September, hingga karantina dan Grand Final—telah melahirkan 15 pasang finalis terbaik yang siap tampil di hadapan dewan juri dan masyarakat Surabaya.
Lebih dari Empat Dekade Cak & Ning Surabaya
Cak & Ning Surabaya bukanlah ajang yang lahir dalam semalam. Pemilihan duta wisata ini pertama kali digelar pada 31 Mei 1981, menjadikannya salah satu yang tertua di Indonesia—pelopor kedua setelah Abang None Jakarta, dan yang pertama di Jawa Timur.
Nama “Cak” digunakan sebagai sapaan untuk laki-laki, sementara “Ning” untuk perempuan, sesuai dengan budaya arek Suroboyo.
Selama lebih dari empat dekade, Cak & Ning Surabaya telah melahirkan lebih dari 2.000 anggota yang tergabung dalam Paguyuban Cak & Ning Surabaya. Mereka bukan sekadar duta wisata, melainkan representasi wajah generasi muda Surabaya di berbagai kesempatan—mulai dari menerima tamu undangan, terlibat dalam acara besar kota, hingga menjadi pemandu wisata di Bus Surabaya Sightseeing and City Tour (SSCT).
Inklusi Pariwisata: Ketika Semua Punya Ruang
Kehadiran Rizky dan Abidah malam itu bukan sekadar simbol. Panitia Cak & Ning Surabaya menyambut mereka dengan hangat, memberikan tempat duduk di bangku penonton berjajar dengan duta wisata dari berbagai daerah di Indonesia.
Ini adalah wujud nyata dari semangat Inclusive Tourism yang menjadi salah satu tema dalam Grand Final tahun ini.
Rizky Gusti Preyambodo, pemuda penyandang Cerebral Palsy, bukan nama baru dalam dunia kreatif Surabaya. Sejak 2020, ia aktif belajar membatik Shibori di Rumah Anak Prestasi (RAP) Surabaya, menghasilkan berbagai karya seperti kain batik, tote bag, dan kantong tumbler yang memiliki nilai jual. Karya-karyanya bahkan telah dipamerkan di berbagai event, termasuk Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) ke-13, di mana dua lukisannya dibeli oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Lukisan naga karyanya juga sempat dipajang di Lobi RRI Surabaya, memukau siapa saja yang melihatnya.
Sementara itu, Abidah Nur Zahro Aulia Umama, remaja 15 tahun penyandang tuna rungu, baru saja meraih Juara Harapan 2 kategori Teen dalam ajang Wajah Wastra Indonesia (WWI) tingkat Provinsi Jawa Timur pada 30 Agustus 2026, dan mendapatkan Golden Ticket menuju tingkat nasional di Jakarta. Siswi SMKN 8 Surabaya jurusan Tata Busana ini juga aktif mengajari bahasa isyarat (bisindo) secara gratis bagi teman-teman disabilitas lain di Taman Bungkul setiap hari Minggu.
Keduanya merupakan bagian dari Duta Difabel Kredibel, inisiatif yang lahir dari komunitas IMABEL (Inklusif Mandiri dan Kredibel)—sebuah platform pemberdayaan penyandang disabilitas dan pemuda inklusif yang percaya bahwa setiap individu memiliki potensi unik yang dapat dikembangkan melalui pendampingan, pelatihan, dan kolaborasi lintas sektor.
Kebersamaan dengan Ning Fadhilah Intan
Malam itu juga menjadi momen istimewa ketika Ning Fadhilah Intan, penyanyi Indonesia papan atas sekaligus Ning Surabaya Berbakat Tahun 2019, menyempatkan diri untuk berfoto bersama Rizky dan Abidah.
Kebersamaan ini menegaskan bahwa panggung Cak & Ning Surabaya adalah ruang yang terbuka bagi siapa saja—dari generasi ke generasi, dari berbagai latar belakang, tanpa terkecuali.

Ning Fadhilah Intan yang Merupakan Penyanyi Indonesia Papan Atas sekaligus Ning Surabaya Berbakat Tahun 2019 Bersama Duta Difabel Kredibel Rizky dan Abidah
Harapan untuk Inclusive Tourism yang Lebih Nyata
Cak Lutfi, founder IMABEL dan Duta Difabel Kredibel, menyampaikan harapannya agar ke depannya Surabaya dapat lebih menerapkan konsep Inclusive Tourism dengan memberikan ruang dan kesempatan bagi para penyandang disabilitas untuk turut serta berperan secara aktif di bidang pariwisata. “Misalnya saja materi video promosi wisata mungkin ke depannya bisa ditambah dengan adanya juru bahasa isyarat,” ujarnya.
Harapan ini bukanlah angan-angan kosong. Dengan semangat yang ditunjukkan malam itu—ketika dua Duta Difabel Kredibel berdiri sejajar dengan duta wisata lainnya—Surabaya telah mengambil langkah pertama menuju pariwisata yang benar-benar inklusif.
Selamat untuk Cak Aldo dan Ning Rara
IMABEL.net mengucapkan selamat kepada Cak Aldo dan Ning Rara yang dinobatkan sebagai Cak dan Ning Surabaya 2026. Tugas besar menanti di pundak mereka: membawa nama Surabaya ke panggung yang lebih tinggi, memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Kota Pahlawan, serta memastikan bahwa semangat inklusi yang telah ditanamkan malam itu terus tumbuh dan berbuah.
Malam Grand Final Cak & Ning Surabaya 2026 bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru—perjalanan menuju pariwisata yang lebih berdaya, lebih berbudaya, dan lebih inklusif untuk semua.
#CakNingSurabaya2026 #AdhiganaManggala #InclusiveTourism #DutaDifabelKredibel #IMABEL
Tags: Anak Berprestasi, Difabel, Difabel Kredibel, Disabilitas, Ekonomi Kreatif, Imabel
Pelukan Hangat dari Difabel Kredibel: Malam Penobatan Cak Aldo dan Ning Rara di Grand Final Cak & Ning Surabaya 2026
IMABEL.net— Atrium Tunjungan Plaza 3 bukan sekadar pusat perbelanjaan pada Kamis (1/10/2026) sore. Di Daily Stage yang berdiri di tengah... selengkapnya
Imabel.net — Di balik sejuknya AC Kroesel House of Coffee Surabaya, Selasa (25/8/2026), ada kehangatan yang justru terasa lebih kuat.... selengkapnya
IMABEL.net — Di balik gemerlap lampu Hotel Excotel, Jalan A. Yani No. 119, Wonocolo, Surabaya, pada Sabtu (24/10/2026), seorang gadis... selengkapnya
Imabel.net — Kabar membanggakan datang dari tiga anak istimewa asal Surabaya. Hanya berselang dua hari setelah resmi menyandang selempang Duta... selengkapnya
Imabel.net — Suasana berbeda terasa di Ruang Auditorium Lantai 6 RS Mitra Keluarga Kenjeran pada Sabtu (4/7/2026) pagi. Puluhan perempuan... selengkapnya
Imabel.net — Ribuan anak dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul di Jakarta untuk menyuarakan mimpi dan harapan mereka dalam Festival Kisah... selengkapnya
Imabel.net — Sore itu di Eyala Cafe Kenjeran bukan sekadar kopi dan obrolan biasa. Ada energi besar yang berkumpul saat... selengkapnya
Imabel.net — Jumat (26/6/2026) menjadi hari bersejarah bagi Hery Purwadi. Pria yang selama ini akrab disapa dengan sapaan Cak Heri... selengkapnya
Imabel.net — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, bersama Konsul Jenderal Jepang di Surabaya menghadiri sekaligus menyerahkan... selengkapnya
Imabel.net — Abidah, sapaan akrab Abidah Nur Zahro Aulia Umama, bukanlah remaja biasa. Di usianya yang baru menginjak 15 tahun,... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.