Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Imma
● online
Imma
● online
Halo, perkenalkan saya Imma
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup
  • Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
  • Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
  • Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Beranda » Blog » Dari Ruang Kelas 102 ke Sertifikat Monash: Nando dan Didan Buktikan Difabel Bisa Go Internasional

Dari Ruang Kelas 102 ke Sertifikat Monash: Nando dan Didan Buktikan Difabel Bisa Go Internasional

Diposting pada 16 October 2026 oleh admin / Dilihat: 14 kali / Kategori: , ,
Nando dan Didan beserta Seluruh Peserta Terima Sertifikat Internasional dari Monash University di Hari Keempat Training of Trainers Inklusi Perbankan ITS

Nando dan Didan beserta Seluruh Peserta Terima Sertifikat Internasional dari Monash University di Hari Keempat Training of Trainers Inklusi Perbankan ITS

IMABEL.net — Ada kebanggaan yang sulit dilukiskan ketika dua pemuda tuna rungu berdiri di depan Ruang Kelas 102, Departemen Manajemen Bisnis, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, pada Kamis (15/10/2026) sore. Di tangan mereka tergenggam selembar sertifikat bertuliskan Monash University—sebuah pengakuan internasional atas partisipasi mereka dalam “Training of Trainers: Breaking Attitudinal Barriers – Inclusive Banking for Persons with Disabilities”.

Mereka adalah Altan Hernando Putera Apriliadi (Nando) dan Matahari Wildan Romadhan (Didan), dua bestie dari Komunitas IMABEL (Inklusif Mandiri dan Kredibel).

Sertifikat bertajuk “Certificate of Completion” itu menyatakan bahwa keduanya telah menyelesaikan **4-Day Training of Trainers (ToT) on Breaking Attitudinal Barriers – Inclusive Banking for Persons with Disabilities.

Program ini digelar oleh Opportunity Tech Lab, Monash Business School, Monash University, bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Team Inclusion Bangladesh Foundation. Tujuannya jelas: memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan praktik perbankan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.

Hari Keempat: Puncak dari Perjalanan Empat Hari

Hari keempat menjadi penutup yang bermakna. Sejak pagi, peserta diajak merefleksikan seluruh materi melalui sesi “Morning Tea/Coffee & Learning Recap”. Kemudian, sesi “How Adults Learn: The Inclusive Trainer Mindset” membuka wawasan tentang bagaimana orang dewasa belajar dan bagaimana pola pikir pelatih inklusif dibangun.

Tidak berhenti di situ, sesi “Engaging the Room: Participation, Questions and Group Dynamics” melatih peserta untuk menciptakan partisipasi yang setara di dalam ruang pelatihan.

Memasuki siang, peserta mengikuti sesi “Making Inclusion Work Inside a Bank: From Training Room to Daily Practice”—sebuah jembatan antara teori dan praktik nyata.

Puncaknya adalah “Micro-Teaching Practice Round”, di mana para peserta tampil sebagai pelatih dan menerapkan prinsip-prinsip inklusi yang telah mereka serap.

Hari keempat ditutup dengan “Impact Evaluation: How Will We Know Training Worked?”, sebuah sesi yang mengajak peserta mengukur keberhasilan pelatihan.

Ucapan Terima Kasih untuk Semua Pihak

Cak Lutfi, founder platform IMABEL, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Departemen Manajemen Bisnis ITS Surabaya dan Monash University Australia atas kesempatan yang diberikan kepada bestie Imabel, Nando dan Didan, untuk mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini,” ujarnya.

Menurut Cak Lutfi, kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya bagi para penyandang disabilitas. “Dengan mengikuti kegiatan ini, para bestie dapat menambah wawasan di bidang keuangan perbankan yang inklusif. Ini adalah bekal berharga untuk masa depan mereka,” tambahnya. Ia juga berharap agar kolaborasi semacam ini terus berlanjut dan semakin banyak penyandang disabilitas yang mendapatkan kesempatan serupa.

Bekal Berharga untuk Masa Depan

Sertifikat internasional dari Monash University ini bukan sekadar dokumen. Bagi Nando, yang merupakan kreator konten digital dan pengusaha di bidang IT, serta Didan, yang menekuni bidang cake and bakery melalui usaha Macake_sby, sertifikat ini adalah bekal tambahan untuk mengembangkan usaha dan karier mereka. Keduanya adalah sahabat sejak kecil yang tumbuh bersama, kini memasuki usia produktif, dan masing-masing sedang merintis usaha.

Cak Lutfi berharap sertifikat level internasional tersebut dapat digunakan untuk menunjang masa depan Nando dan Didan, baik dalam menjalankan bisnis maupun untuk keperluan lainnya. “Ini adalah sebuah kebanggaan bagi bestie Imabel karena telah dipercaya untuk mengikuti kegiatan bertaraf internasional,” pungkasnya.

#IMABEL #TrainingOfTrainers #InclusiveBanking #BestieIMABEL #IndonesiaEmas2045

Tags: , , ,

Bagikan ke

Dari Ruang Kelas 102 ke Sertifikat Monash: Nando dan Didan Buktikan Difabel Bisa Go Internasional

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Dari Ruang Kelas 102 ke Sertifikat Monash: Nando dan Didan Buktikan Difabel Bisa Go Internasional

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: