Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Imma
● online
Imma
● online
Halo, perkenalkan saya Imma
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup
  • Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
  • Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
  • Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Beranda » Blog » Dari Sahabat Kecil ke Ruang Kelas Inklusi: Nando dan Didan Siap Sebarkan Ilmu ke Bestie IMABEL

Dari Sahabat Kecil ke Ruang Kelas Inklusi: Nando dan Didan Siap Sebarkan Ilmu ke Bestie IMABEL

Diposting pada 12 October 2026 oleh admin / Dilihat: 193 kali / Kategori: , ,
Dari Sahabat Kecil ke Ruang Kelas Inklusi: Nando dan Didan Siap Sebarkan Ilmu ke Bestie IMABEL

Dari Sahabat Kecil ke Ruang Kelas Inklusi: Nando dan Didan Siap Sebarkan Ilmu ke Bestie IMABEL

IMABEL.net — Ada yang berbeda dari suasana Ruang Kelas 102, Departemen Manajemen Bisnis, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, pada Senin hingga Kamis, 12–15 Oktober 2026. Di antara deretan peserta Training of Trainers bertajuk “Breaking Attitudinal Barriers – Inclusive Banking for Persons with Disabilities”, dua pemuda tuna rungu duduk berdampingan dengan penuh antusias.

Mereka adalah Altan Hernando Putera Apriliadi atau Nando, dan Matahari Wildan Romadhan atau Didan. Keduanya datang bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai utusan Komunitas IMABEL (Inklusif Mandiri dan Kredibel)—sebuah platform pemberdayaan penyandang disabilitas dan pemuda inklusif.

Kegiatan yang digelar atas kerja sama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Team Inclusion Bangladesh Foundation (TIBF), dan Monash University Australia ini dirancang sebagai program Training of Trainers (ToT) yang membahas berbagai aspek perbankan dan keuangan inklusif. Tujuannya jelas: memahami kebutuhan penyandang disabilitas, mengidentifikasi hambatan sikap (attitudinal barriers) yang masih sering terjadi di layanan publik, serta membangun pengalaman pelayanan nasabah yang lebih inklusif.

Kegiatan berlangsung setiap hari pukul 08.30–15.00 WIB dengan menghadirkan fasilitator dari berbagai latar belakang, termasuk praktisi perbankan, deaf trainer, dan blind/visual-impairment trainer.

Dua Sosok Muda dengan Segudang Karya

Nando bukan nama baru dalam dunia kreator konten digital. Lewat akun TikTok CodeShadowX dan Instagram David_Varden14, ia aktif membangun audiens sekaligus menggeluti bidang IT dan kewirausahaan.

Sementara Didan menekuni dunia kuliner sebagai chef muda di bidang cake and bakery melalui usaha Macake_sby yang dapat ditemukan di Instagram dan TikTok.

Keduanya adalah sahabat sejak kecil yang tumbuh bersama, kini sama-sama memasuki usia produktif, dan masing-masing sedang merintis usaha. Persahabatan mereka menjadi fondasi kuat yang membuat keduanya saling mendukung dalam mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri.

Mengapa Mereka Dipilih?

Cak Lutfi, founder platform IMABEL, menjelaskan bahwa pemilihan Nando dan Didan bukan tanpa alasan. “Saya sengaja mengirimkan Nando dan Didan untuk mewakili bestie IMABEL lainnya, agar ke depannya mereka dapat menyebarkan ilmu yang mereka dapatkan selama mengikuti training,” ujarnya.

Konsep Training of Trainers dinilainya sangat sejalan dengan semangat pemberdayaan IMABEL—ilmu tidak berhenti pada satu orang, tetapi harus mengalir dan bermanfaat bagi komunitas yang lebih luas.

Perjalanan Empat Hari yang Mengubah Cara Pandang

Selama empat hari, para peserta dibekali materi yang mendalam dan berlapis. Hari pertama diawali dengan registrasi dan pre-assessment, dilanjutkan dengan sesi “Who Needs to Change? Rethinking Disability Inclusion” serta “Mindset Challenge: From Assumption to Barrier”. Sesi ini mengajak peserta untuk merefleksikan asumsi-asumsi yang sering kali menjadi penghalang bagi terciptanya layanan yang inklusif.

Hari kedua menghadirkan sesi “From Charity to Rights: Disability Law and Inclusive Banking in Indonesia”, yang membahas pergeseran paradigma dari pendekatan karitatif menuju pendekatan berbasis hak. Peserta juga diajak menyelami “Rights in Practice: What Must Banks Do?” serta “Banking Without Visual Assumptions: Independence by Design”.

Hari ketiga menyoroti aspek komunikasi melalui sesi “Disability Culture and Communication Access in Banking”, “Silent Banking Lab”, dan “Communication Solutions Challenge”—sesi yang sangat relevan bagi Nando dan Didan sebagai penyandang tuna rungu.

Hari keempat ditutup dengan sesi “Why Behaviour Does Not Change After Training” dan “Behaviour-to-Practice Lab”, yang mengajak peserta merancang langkah nyata untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Inklusif

Cak Lutfi berharap kegiatan inklusi semacam ini lebih sering diadakan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di sektor-sektor lain seperti perbankan, kesehatan, dan transportasi. “Semakin sering kegiatan seperti ini digelar, semakin cepat pula terwujudnya Surabaya dan Jawa Timur yang ramah inklusi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa partisipasi penyandang disabilitas dalam ruang-ruang pelatihan seperti ini merupakan bagian penting dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045—sebuah visi di mana setiap warga negara, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan berdaya.

#IMABEL #TrainingOfTrainers #InclusiveBanking #BestieIMABEL #IndonesiaEmas2045

Tags: , , ,

Bagikan ke

Dari Sahabat Kecil ke Ruang Kelas Inklusi: Nando dan Didan Siap Sebarkan Ilmu ke Bestie IMABEL

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Dari Sahabat Kecil ke Ruang Kelas Inklusi: Nando dan Didan Siap Sebarkan Ilmu ke Bestie IMABEL

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: