Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Imma
● online
Imma
● online
Halo, perkenalkan saya Imma
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup
  • Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
  • Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
  • Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Beranda » Blog » Jumputan, Bandhani, dan Shibori Bersatu: Surabaya Jadi Saksi Kolaborasi Budaya Tiga Negara

Jumputan, Bandhani, dan Shibori Bersatu: Surabaya Jadi Saksi Kolaborasi Budaya Tiga Negara

Diposting pada 25 August 2026 oleh admin / Dilihat: 12 kali / Kategori:
Kroesel Cafe Surabaya Jadi Saksi Kolaborasi Budaya Tiga Negara

Kroesel House of Coffee Surabaya Jadi Saksi Kolaborasi Budaya Tiga Negara

Imabel.net — Di balik sejuknya AC Kroesel House of Coffee Surabaya, Selasa (25/8/2026), ada kehangatan yang justru terasa lebih kuat. Bukan hanya dari kopi yang diseduh, melainkan juga dari persaudaraan yang terbentang lintas benua.

Indira dan Akhilesh dari India, Yuya dari Jepang, serta Anneth, Annisa dan Tasya dari Surabaya duduk melingkar. Di samping mereka, Nando dan Didan dari komunitas Imabel (Inklusif Mandiri dan Kredibel) ikut asyik menggulung, melipat, mengikat dan mewarnai t-shirt berbahan katun. Hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW itu dihiasi dengan kreativitas lintas budaya yang tak terlupakan.

Mereka belajar teknik pewarnaan yang sama, namun dengan nama dan filosofi berbeda.

Di Indonesia, metode mengikat dan mencelup kain ini disebut jumputan—kata yang berasal dari teknik “menjumput” atau mencubit kain sebelum diikat.

Di India, teknik kuno ini dikenal sebagai bandhani, berasal dari kata Sansekerta bandha yang berarti “mengikat”, dan telah menjadi bagian dari tradisi pernikahan India selama ribuan tahun.

Sementara di Jepang, teknik serupa disebut shibori, yang merujuk pada seni mengikat dan melipat kain dengan presisi tinggi untuk menghasilkan pola geometris yang menakjubkan.

“Saya kaget ternyata teknik yang saya kenal sebagai shibori di Jepang memiliki saudara jauh di Indonesia dan India. Motifnya mungkin berbeda, tapi prosesnya sama—mengikat dengan erat lalu mencelupkan ke dalam pewarna. Ini seperti metafora persahabatan: kita semua diikat oleh hasrat yang sama untuk berkarya,” ujar Yuya mahasiswa asal Jepang sebelum workshop Tie Dye tersebut dimulai.

Kroesel House of Coffee: Lebih dari Sekadar Kafe

Pemilihan Kroesel House of Coffee sebagai tempat pelatihan bukan kebetulan. Kafe yang berlokasi strategis di Jalan Krukah Selatan No.52 Surabaya ini memang sengaja dirancang sebagai ruang publik yang terbuka bagi semua kalangan.

Dengan harga terjangkau dan suasana yang hangat, tempat ini sudah menjadi “rumah kedua” bagi para pegiat seni, budaya, dan komunitas inklusif di Surabaya.

“Kami ingin Kroesel menjadi hub—pusat bertemunya komunitas untuk mengekspresikan kreativitas dan karya seni budaya. Bukan sekadar tempat ngopi, tapi juga tempat lahirnya ide-ide dan kolaborasi,” ujar Dhahana Adi Pungkas, Urbanis dan Pemerhati Budaya dan Sejarah Populer, yang turut mendampingi jalannya acara.

Imabel: Membuktikan Disabilitas Bukan Halangan

Keikutsertaan Nando dan Didan dari komunitas Imabel menjadi bukti bahwa inklusivitas bukan sekadar slogan.

Imabel—singkatan dari Inklusif Mandiri dan Kredibel—adalah komunitas yang secara konsisten memberdayakan penyandang disabilitas melalui pelatihan keterampilan.

Sebelumnya, Kroesel House of Coffee pernah menjadi tempat pelatihan wirausaha kopi bagi teman-teman difabel pada tahun 2024. Kini, mereka kembali diajak untuk mengeksplorasi dunia pewarnaan tekstil.

Dengan pendampingan yang sabar dari Cak Yoko, Nando dan Didan berhasil menciptakan motif-motif cerah pada kaus mereka.

“Kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman disabilitas juga bisa berkarya dan menghasilkan karya yang indah. Yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan dan akses,” tambah Dhahana yang juga kerap disapa dengan panggilan Ipung.

Batik Cak Yoko: Mengajarkan Jumputan dari Hati

Di balik kesuksesan acara ini, ada sosok mentor yang tak kenal lelah: Suyoko, atau akrab disapa Cak Yoko, owner Batik Cak Yoko Surabaya.

Sejak 2016, Cak Yoko telah berdedikasi pada dunia pewarnaan tekstil dan dikenal dengan motif sembur atau ciprat khasnya. Namun yang lebih menarik, ia memiliki kepedulian tinggi terhadap generasi muda dan kelompok rentan.

Cak Yoko dikenal aktif mengajarkan anak-anak penyandang disabilitas di Rumah Anak Prestasi untuk menciptakan karya batik dan bahkan membantu mereka memasarkan hasil karya tersebut.

Kolaborasinya dengan berbagai hotel di Surabaya juga rutin digelar untuk memperkenalkan teknik membatik, termasuk jumputan, kepada publik yang lebih luas.

Kegiatan di Kroesel House of Coffee ini adalah salah satu wujud komitmennya untuk melestarikan budaya sekaligus mendorong inklusivitas.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap para pemuda-pemudi dari berbagai negara bisa saling memahami budaya masing-masing serta menghargai kebudayaan dan melestarikannya. Tie dye ini bukan hanya soal teknik, tapi juga soal bagaimana kita bisa duduk bersama, berbagi cerita, dan menciptakan sesuatu yang indah dari perbedaan,” ujar Cak Yoko di sela-sela mendampingi para peserta.

Karya yang Bercerita

Selama berjam-jam, para peserta bebas memilih motif dan warna. Hasil akhirnya bukan sekadar kaus berwarna-warni—melainkan simbol bahwa persahabatan, seperti pewarna yang meresap ke dalam serat kain, mampu menembus batas-batas bangsa dan bahasa.

Peserta Workshop Tie Dye dari Tiga Negara Menunjukkan Hasil Karya Mereka di Kroesel House of Coffee

Peserta Workshop Tie Dye dari Tiga Negara Menunjukkan Hasil Karya Mereka di Kroesel House of Coffee

#JumputanBandhaniShibori #KroeselSurabaya #BatikCakYoko #ImabelInklusif #PersahabatanLintasBudaya

Tags: , ,

Bagikan ke

Jumputan, Bandhani, dan Shibori Bersatu: Surabaya Jadi Saksi Kolaborasi Budaya Tiga Negara

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Jumputan, Bandhani, dan Shibori Bersatu: Surabaya Jadi Saksi Kolaborasi Budaya Tiga Negara

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: