● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Cak Yusuf dan Ning Ara Sabet Juara Cak Ning Cilik 2026, Disbudporapar Surabaya Sematkan Selempang Kebanggaan

Hery Purwadi Kepala Disbudporapar Kota Surabaya di Momentum Penyelempangan Kepada Pemenang Pemilihan Cak dan Ning Cilik 2026 yaitu Cak Yusuf dan Ning Ara
Imabel.net — Pasangan Cak Yusuf dan Ning Ara resmi terpilih sebagai Cak dan Ning Cilik Surabaya 2026. Penobatan berlangsung khidmat di Graha Sawunggaling, UNESA Lidah Wetan, pada Sabtu (4/7/2026).
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Hery Purwadi, secara langsung menyematkan selempang kehormatan kepada kedua duta cilik tersebut.
Penobatan ini menjadi puncak dari rangkaian seleksi yang telah berlangsung beberapa pekan sebelumnya. Sebanyak 12 finalis yang berasal dari berbagai sekolah dasar di Surabaya telah melalui proses karantina dan pembekalan selama tiga hari sebelum grand final. Ajang ini bukan sekadar lomba, tetapi juga wadah pembentukan karakter sejak dini, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal dan jiwa kepemimpinan pada generasi Arek Suroboyo .
Mengenal Paguyuban Cak dan Ning Surabaya
Sejarah Cak dan Ning Surabaya dimulai sejak tahun 1981. Ajang ini pertama kali digelar oleh Badan Pariwisata Daerah (Baparda) bersama Lembaga Javanologi untuk menemukan sosok pemuda-pemudi yang berkualitas sebagai duta budaya dan pariwisata . Nama “Cak” sendiri berasal dari kata Cacak yang berarti kakak laki-laki, sementara “Ning” adalah sapaan hormat untuk perempuan dewasa. Dalam dialek Suroboyoan, panggilan ini telah menjadi identitas masyarakat sejak tahun 1940-an.
Pada awal perkembangannya, pemilihan Cak dan Ning lebih menekankan pada penampilan fisik. Namun seiring waktu, ajang ini bertransformasi menjadi kompetisi yang menguji wawasan kepariwisataan, pengetahuan budaya, dan kepribadian. Para finalis dinilai dari kemampuan public speaking, penguasaan materi tentang sejarah dan budaya Surabaya, hingga keterampilan seni.
Cak dan Ning Cilik: Generasi Penerus Duta Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya
Cak dan Ning Cilik merupakan kategori khusus yang diperuntukkan bagi anak-anak usia Sekolah Dasar. Ajang ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini serta mencetak generasi muda yang memiliki wawasan tentang sejarah dan potensi Kota Pahlawan. Para peserta mengikuti serangkaian tes, mulai dari story telling tentang ikon-ikon Surabaya, pengetahuan umum tentang kota, hingga penampilan bakat.
Cak Yusuf dan Ning Ara terpilih setelah melalui proses seleksi yang ketat. Mereka dinilai unggul dalam berbagai aspek, termasuk wawasan kebudayaan, kemampuan komunikasi, dan penampilan yang mencerminkan identitas Arek Suroboyo. Dengan selempang yang disematkan, mereka resmi menjadi duta cilik yang akan mengenalkan budaya dan pariwisata Surabaya kepada masyarakat luas.
Hery Purwadi: Pemimpin Baru Disbudporapar Surabaya
Penyerahan selempang Cak dan Ning Cilik dilakukan oleh Kepala Disbudporapar Surabaya, Hery Purwadi, yang baru saja dilantik secara definitif pada 26 Juni 2026. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudporapar . Pelantikannya menjadi bagian dari mutasi besar-besaran yang dilakukan Wali Kota Eri Cahyadi untuk memastikan birokrasi berjalan dengan sistem, bukan sekadar kepentingan pribadi.
Dalam pernyataannya, Hery Purwadi menegaskan pentingnya peran Disbudporapar dalam mendukung agenda Surabaya sebagai destinasi wisata berbasis event. Ia berkomitmen untuk memperkuat kualitas destinasi, event berkelanjutan, dan promosi digital.
Kehadirannya dalam penobatan Cak dan Ning Cilik menjadi bukti nyata bahwa generasi muda adalah prioritas dalam pembangunan Kota Surabaya.
Menyambut Hari Jadi Surabaya ke-733
Penobatan Cak dan Ning Cilik menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang mengusung tema “Pancasila Kuat, Surabaya Hebat”. Perayaan tahun ini menjadi momentum bagi Surabaya untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis event di tingkat nasional, dengan dua agenda unggulan yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Cak dan Ning Cilik memiliki kontribusi penting dalam menyemarakkan HJKS. Mereka menjadi duta yang mengenalkan identitas budaya Surabaya kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Melalui penampilan di berbagai acara, mereka membantu mempromosikan kekayaan budaya, mulai dari tarian Remo, Ludruk, hingga kidungan Jula-Juli yang menjadi ciri khas Surabaya.
Tema “Pancasila Kuat, Surabaya Hebat” juga sejalan dengan nilai-nilai yang diusung oleh Cak dan Ning Cilik. Mereka diajarkan untuk memiliki karakter tegas, setia pada prinsip, dan berani menyuarakan pendapat—cerminan dari budaya Arek Suroboyo yang egaliter dan berani.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, generasi muda Surabaya terus melestarikan warisan budaya sambil beradaptasi dengan tantangan zaman.
#CakNingCilik2026 #SurabayaHebat #GenerasiBerbudaya #HariJadiSurabaya #DisbudporaparSurabaya
Cak Yusuf dan Ning Ara Sabet Juara Cak Ning Cilik 2026, Disbudporapar Surabaya Sematkan Selempang Kebanggaan
IMABEL.net — Ada pemandangan mengharukan di sela-sela kegiatan “Training of Trainers: Breaking Attitudinal Barriers – Inclusive Banking for Persons with... selengkapnya
Imabel.net — Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia, menerima penghargaan bergengsi Maklumat Partnership Awards 2026... selengkapnya
Imabel.net — Di balik gemerlap lampu panggung dan sorak sorai penonton, ada kisah tentang keberanian yang melampaui batas. Syabil Noor... selengkapnya
Imabel.net — Di tengah rangkaian acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026, sebuah... selengkapnya
IMABEL.net — Kasus dugaan bullying yang merenggut nyawa anak penyandang Down syndrome berinisial Z (10) di Rungkut, Surabaya, masih menyisakan... selengkapnya
Imabel.net — Ribuan anak dari berbagai penjuru Nusantara berkumpul di Jakarta untuk menyuarakan mimpi dan harapan mereka dalam Festival Kisah... selengkapnya
Imabel.net — Suasana aula di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Sabtu (18/7/2026) pagi itu terasa istimewa. Di tengah... selengkapnya
IMABEL.net — Di lantai dua Gedung Siola, Surabaya, suara instruktur bergema di ruang pelatihan. Namun bagi Didan, komunikasi tidak terjadi... selengkapnya
IMABEL.net — Kamera-kamera itu tak mau beranjak. Di atas panggung Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur, Menteri UMKM Maman Abdurrahman merangkul... selengkapnya
IMABEL.net — Di atas panggung utama Atrium Maspion Square, Surabaya, Rabu (14/10/2026), seorang gadis belia berdiri dengan busana tradisional berpadu... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.