● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” Diluncurkan, Dua Duta Difabel Kredibel Hadir Meriahkan

Duta Difabel Kredibel Turut Hadir Memeriahkan Peluncuran Buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo”, Abidah Nur Zahro dan Wantofal Anugerah Cantik bersama Eri Cahyadi Walikota Surabaya serta Puti Guntur Soekarno Anggota DPR RI Komisi X
Imabel.net — Pemerintah Kota Surabaya secara resmi meluncurkan buku berjudul “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” di Balai Budaya, Kompleks Balai Pemuda, pada Kamis (25/6/2026).
Buku yang ditulis oleh Purnawan Basundoro, Samidi, Yayan Indrayana, dan Kukuh Yudha Karnanta ini mengulas perjalanan hidup Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, melalui perspektif Surabaya sebagai kota kelahiran sekaligus tempat awal perjuangannya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa peluncuran buku ini bertujuan untuk meluruskan sejarah serta menanamkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada generasi muda. “Dengan buku ini kita ingin menegaskan bahwa Soekarno lahir di Surabaya. Bagaimana perjuangan Soekarno, bagaimana semangat beliau. Maka, dari buku ini, yang saya harapkan adalah seluruh arek Suroboyo mewarisi api perjuangan beliau,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Wali Kota Eri juga berencana menjadikan buku tersebut sebagai bahan pembelajaran wajib bagi siswa SD dan SMP di bawah kewenangan Pemkot Surabaya. “Nanti buku ini kami masukkan menjadi kurikulum wajib yang harus diikuti oleh seluruh SD dan SMP yang di bawah kewenangan kita,” kata Cak Eri.
Turut Hadir Memeriahkan: Duta Difabel Kredibel, Abidah Nur Zahro dan Wantofal Anugerah Cantik
Peluncuran buku ini turut dihadiri oleh dua orang Duta Difabel Kredibel, yaitu Abidah Nur Zahro dan Wantofal Anugerah Cantik. Turut sertanya mereka di tengah ribuan masyarakat Surabaya menegaskan kembali bahwa Surabaya adalah kota yang inklusif dan terbuka bagi semua, tanpa pandang bulu.
Keduanya merupakan anak-anak berbakat binaan Rumah Anak Prestasi (RAP) yang telah menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Abidah Nur Zahro adalah seorang remaja penyandang tuna rungu yang baru lulus dari bangku SMP. Ia memiliki segudang bakat di dunia modeling, fotografi, dan mendongeng, baik secara verbal maupun bahasa isyarat. Abidah pernah menjadi satu-satunya model disabilitas yang tampil di Surabaya Fashion Festival (SFF) 2025. Prestasinya tidak berhenti di situ; pada 3 Juni 2026, Abidah berhasil meraih Juara Utama dalam kompetisi Master of Ceremony (MC) yang digelar oleh Rumah Anak Prestasi. Ia juga bersama dengan dua rekannya berhasil meraih penghargaan dalam ajang Gala Cerita Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan.
Wantofal Anugerah Cantik juga merupakan anak didik Rumah Anak Prestasi yang berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Gala Cerita Rakyat Indonesia bersama Abidah dan satu lagi Duta Difabel Kredibel lainnya yaitu Keisya Aizatul Azzira. Mereka berhasil meraih penghargaan dalam kategori Partisipan Inklusif, sebuah kategori khusus yang dirancang untuk merangkul penyandang disabilitas agar dapat terus berkarya dan melestarikan budaya bangsa.
Sementara itu, Cak Lutfi selaku Founder Imabel sekaligus pembina Difabel Kredibel menyampaikan bahwa pemahaman sejarah Kota Pahlawan dan kelahiran Bung Karno adalah wajib bagi setiap warga Kota Surabaya, tak terkecuali bagi rekan-rekan penyandang disabilitas. Hal ini mengingat Kota Surabaya yang majemuk namun ramah inklusi.
Kampung Pancasila, Gotong Royong, dan Sila ke-5
Peluncuran buku ini tidak hanya menjadi momen penegasan sejarah, tetapi juga cerminan dari nilai-nilai luhur yang terus dijaga oleh Kota Surabaya. Sebagai kota yang dikenal dengan semangat gotong royong, Surabaya terus memperkuat identitasnya sebagai kota yang inklusif dan penuh dengan kepedulian sosial. Hal ini tercermin dalam berbagai program yang dijalankan, seperti Kampung Pancasila yang telah diterapkan di 1.360 RW. Program ini bertujuan untuk menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata sehari-hari, dengan fokus pada pilar lingkungan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.
Kampung Pancasila menjadi wadah bagi warga untuk saling membantu dan memperkuat toleransi, sejalan dengan semangat Sila ke-5, yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa program ini mengutamakan gotong royong dan saling membantu, tanpa membeda-bedakan latar belakang agama atau suku.
Surabaya yang majemuk namun ramah inklusi terus berkomitmen untuk menjadi kota yang humanis, modern, dan berkelanjutan, dengan gotong royong sebagai kunci utama pembangunan.
Surabaya Kota Ramah Anak dan Inklusi
Komitmen Surabaya sebagai kota yang ramah inklusi juga ditunjukkan melalui perhatian terhadap penyandang disabilitas. Kota Surabaya telah resmi menjadi Kota Layak Anak Dunia akreditasi UNICEF dan bergabung dalam jaringan global Child Friendly. Dalam hal ini, termasuk anak-anak istimewa penyandang disabilitas yang mendapatkan perhatian khusus.
Keberadaan Rumah Anak Prestasi (RAP) menjadi bukti nyata komitmen tersebut. RAP merupakan inisiatif luar biasa yang digagas oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sebagai wadah terapi, pengembangan bakat, dan rumah tumbuh kembang bagi anak-anak disabilitas di Kota Pahlawan. Saat ini terdapat empat RAP yang tersebar di wilayah Surabaya, yaitu RAP Kedung Cowek, RAP Nginden Semolo, RAP Sonokwijenan, dan RAP Dukuh Menanggal.
RAP Dukuh Menanggal yang diresmikan pada Juni 2024 merupakan yang terbesar dan memiliki fasilitas paling lengkap. Fasilitas yang tersedia di RAP meliputi Ruang Terapi Wicara, Terapi Akupuntur, Terapi Perilaku dan Okupasi, Fisioterapi, Handycraft, Melukis, Menjahit, Membatik, Musik, Modeling, Fotografi, Pembelajaran dan Konseling, hingga Minimarket. Bahkan ada pula ruangan untuk konsultasi Dokter Spesialis Anak. Melalui RAP, anak-anak disabilitas diberikan ruang untuk mengembangkan potensi, kemandirian, dan inklusi sosial.
#BungKarnoAkuArekSuroboyo
#SurabayaKotaPahlawan
#DifabelKredibel
#SurabayaRamahInklusi
#RumahAnakPrestasi
Tags: Difabel, Difabel Kredibel, Disabilitas, Imabel, inovasi sosial komunitas, kegiatan komunitas inklusif, komunitas inklusif, kreativitas inklusif, Organisasi Inklusif, pemberdayaan disabilitas produktif
Buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” Diluncurkan, Dua Duta Difabel Kredibel Hadir Meriahkan
Imabel.net – Di balik keterbatasan fisik yang dialaminya, Ahmad Farhan Winarto (20) membuktikan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk berkarya dan... selengkapnya
Imabel.net — Suasana aula di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Sabtu (18/7/2026) pagi itu terasa istimewa. Di tengah... selengkapnya
Imabel.net — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, bersama Konsul Jenderal Jepang di Surabaya menghadiri sekaligus menyerahkan... selengkapnya
Imabel.net — Sebuah kebanggaan menyelimuti keluarga besar UMKM Foli-AH Ecoprint by Aisyah Khumairoh. Brand fesyen ramah lingkungan asal Pamekasan ini... selengkapnya
Imabel.net — Balai Budaya Surabaya berdenyut berbeda pada Rabu malam, 2 September 2026. Bukan sekadar gedung kesenian di Jalan Gubernur... selengkapnya
IMABEL.net — Di tengah hiruk-pikuk janji politik dan program pembangunan yang silih berganti, muncullah sebuah inisiatif yang terasa berbeda. Bukan... selengkapnya
Imabel.net — Di tengah rangkaian acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026, sebuah... selengkapnya
Imabel.net — Suasana hangat dan penuh makna terpancar dari studio She Radio Surabaya baru-baru ini. Meskipun Ketua FPPI Kota Surabaya,... selengkapnya
Imabel.net — Langkah kecil seorang remaja di panggung fashion kembali membawa cerita besar tentang keberanian, perjuangan, dan kesempatan yang setara.... selengkapnya
Imabel.net — Ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia resmi memiliki peta jalan baru yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.