Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Imma
● online
Imma
● online
Halo, perkenalkan saya Imma
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup
  • Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
  • Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
  • Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Beranda » Blog » Keisya Aizatul Azzira: Bocah Tuli yang Lukisannya Bicara Lebih Lantang dari Ribuan Kata

Keisya Aizatul Azzira: Bocah Tuli yang Lukisannya Bicara Lebih Lantang dari Ribuan Kata

Diposting pada 6 June 2026 oleh admin / Dilihat: 32 kali / Kategori: , ,
Keisya Aizatul Azzira: Bocah Tuli yang Lukisannya Bicara Lebih Lantang dari Ribuan Kata

Keisya Aizatul Azzira: Bocah Tuli yang Lukisannya Bicara Lebih Lantang dari Ribuan Kata

Imabel.net — Ada kalanya suara tak perlu keluar dari mulut. Bagi Keisya Aizatul Azzira, suaranya ada di ujung kuas dan gerakan tangannya saat mendongeng.

Bocah 16 tahun dengan kondisi tuli ini membuktikan bahwa dunia tidak hanya milik mereka yang bisa mendengar. Lewat warna-warni di kanvas dan ekspresi wajah saat bercerita, ia berbicara. Dan dunianya mendengarkan.

Bulan Juni 2026 menjadi momen yang tak terlupakan bagi Keisya. Ia dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh Duta Difabel Kredibel di Surabaya. Tak berselang lama, namanya juga tercatat sebagai Juara Apresiasi Inklusi se-Indonesia dalam ajang Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Dua pencapaian ini menjadi mahkota perjalanan panjang yang ia mulai dari coretan-coretan iseng di kertas.

Awal Mula: Ketika Coretan Iseng Menjadi Emas

Keisya mulai suka menggambar sejak kecil. Awalnya hanya corat-coret biasa, namun lambat laut gambar-gambarnya hidup. Ia mulai ikut lomba, dan piala demi piala berhasil ia raih.

Dari tahun 2017 hingga 2025, Keisya telah mengoleksi sederet prestasi:

– Juara 2 Lomba Menggambar di Ulang Tahun Kebun Binatang Surabaya (2017)

– Juara 1 Lomba Menggambar Online Ikon Kota Surabaya (2018)

– Juara 1 Lomba Menggambar HBI UNESA (2021)

– Juara 2 Lomba Menggambar Piala Walikota Surabaya (2021)

– Juara 1 Lomba Menggambar Piala Walikota Surabaya mewakili Puskesmas se-Surabaya (2022)

Tak hanya jago melukis, Keisya juga berbakat mendongeng menggunakan Bahasa Isyarat (Bisindo). Ia pernah diundang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk tampil di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta bersama Abhi Praya dan Inge Ariani, sebuah pengalaman yang menjadi hadiah terindah karena konsistensinya belajar.

Rumah Anak Prestasi: Rumah Kedua yang Mengubah Segalanya

Di balik sederet prestasi Keisya, ada satu tempat yang memegang peran penting: Rumah Anak Prestasi (RAP) Surabaya. Lembaga binaan Dinas Sosial Kota Surabaya ini didirikan pada September 2022 sebagai wadah gratis bagi anak-anak disabilitas untuk mengembangkan minat dan bakat tanpa biaya sepeser pun.

Di RAP, Keisya belajar banyak hal. Ia mendalami Bisindo, berlatih mendongeng, serta mengasah keterampilan komunikasi non-verbal. Fasilitas yang tersedia pun lengkap: ruang terapi wicara, ruang musik, ruang batik, ruang lukis, hingga ruang kelas untuk berbagai pelatihan.

“Saya sangat mendukung keberadaan RAP. Gratis dan difasilitasi dengan baik. Anak-anak disabilitas bisa berkembang dengan optimal,” ujar Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, saat peresmian RAP beberapa tahun lalu. Dukungan penuh dari pemerintah kota membuat anak-anak seperti Keisya memiliki rumah kedua untuk terus berkarya.

Perjuangan di Balik Gala Cerita Rakyat

Menurut penuturan Yayuk Prayugi, ibunda Keisya, proses mengikuti lomba Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 tidak mudah. Awalnya Keisya ragu, bahkan sempat minder. Namun dorongan keluarga dan para pelatih di RAP membuatnya yakin untuk mencoba.

“Setiap malam Keisya berlatih di depan kaca. Ia memerhatikan ekspresi wajahnya, memastikan gestur tangannya tepat sesuai cerita,” kenang Yayuk.

Proses rekaman juga dilakukan berulang kali karena tuntutan durasi 5 menit dan kualitas gambar yang baik. Hingga akhirnya, di hari terakhir pengumpulan, video berhasil dikirim. Tangis haru pecah ketika pengumuman keluar: Keisya terpilih sebagai Juara Apresiasi Inklusi.

“Allah maha baik. Kami sekeluarga sangat bersyukur,” ujar Yayuk.

Dari Dalam Hening, Suaranya Didengar Dunia

Keisya kini telah menjadi salah satu dari sedikit anak disabilitas asal Surabaya yang namanya dikenal di tingkat nasional. Ia bukan hanya Duta Difabel Kredibel, tetapi juga duta harapan bahwa inklusi bukan sekadar kata.

Bahwa dengan akses yang tepat—seperti RAP dan dukungan keluarga—anak-anak berkebutuhan khusus tidak hanya bisa bersekolah, tetapi juga berprestasi.

Cita-cita Keisya ke depan adalah terus berkarya di dunia seni rupa dan komunikasi visual. Ia ingin menjadi pelukis profesional sekaligus pendongeng yang menginspirasi banyak orang.

Ia percaya bahwa di tengah gempuran kecerdasan buatan, karya seni buatan tangan manusia tetap memiliki jiwa yang tak tergantikan.

Dengan kuas, kertas, dan gerakan tangannya yang penuh penghayatan, Keisya Aizatul Azzira telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan akhir dari segalanya. Itu hanya awal dari perjalanan yang lebih luar biasa.

Tags: , , , , , , , , ,

Bagikan ke

Keisya Aizatul Azzira: Bocah Tuli yang Lukisannya Bicara Lebih Lantang dari Ribuan Kata

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Keisya Aizatul Azzira: Bocah Tuli yang Lukisannya Bicara Lebih Lantang dari Ribuan Kata

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: