Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Imma
● online
Imma
● online
Halo, perkenalkan saya Imma
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu tutup
  • Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
  • Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
  • Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Beranda » Blog » Tujuh Anak Surabaya Sandang Selempang Difabel Kredibel, Bukti Nyata Kota Ramah Inklusi

Tujuh Anak Surabaya Sandang Selempang Difabel Kredibel, Bukti Nyata Kota Ramah Inklusi

Diposting pada 3 June 2026 oleh admin / Dilihat: 75 kali / Kategori: ,
Tujuh Anak Surabaya Sandang Selempang Difabel Kredibel, Bukti Nyata Kota Ramah Inklusi

Tujuh Anak Surabaya Sandang Selempang Difabel Kredibel, Bukti Nyata Kota Ramah Inklusi

Imabel.net — Di sela gelaran “Kongkow Faedah” yang berlangsung di Eyala Cafe Kenjeran, Selasa (2/6/2026), tujuh anak istimewa menerima selempang kehormatan dari Komunitas Difabel Kredibel.

Momen haru itu menjadi pengakuan atas perjuangan dan prestasi mereka di tengah keterbatasan fisik maupun intelektual. Penobatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol bahwa Surabaya layak menyandang predikat kota inklusif.

Siapa saja mereka? Berikut profil lengkap ketujuh difabel kredibel yang menginspirasi.

1. Keisya Aizatul Azzira (16): Pelukis Tuli yang Mendunia

Meski terlahir dengan kondisi tuli, Keisya tak pernah berhenti mencorat-coret kertas. Bakatnya mulai bersinar saat ia meraih Juara 2 Lomba Menggambar Ulang Tahun KBS tahun 2017. Sejak itu, prestasinya terus menanjak.

Dari sederet lomba yang ia ikuti, Keisya pernah menjadi Juara 1 Lomba Menggambar Piala Walikota Surabaya pada 2022 mewakili Puskesmas se-Surabaya.

Tidak hanya jago menggambar, Keisya juga mahir mendongeng menggunakan Bahasa Isyarat. Pada 2024, ia tampil mendongeng di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta atas undangan Kemendikbud, sebuah pencapaian yang jarang diraih anak seusianya.

Keisya ingin karyanya bisa berkontribusi di dunia seni visual, terutama di tengah gempuran kecerdasan buatan. Ia percaya, karya tangan manusia tetap memiliki jiwa yang tak tergantikan.

2. Abidah Nur Zahro (15): Remaja Tuli Penuh Bakat dan Duta Anak Nasional

Abidah adalah gadis cilik dengan segudang talenta. Meski menyandang status tuli (HOH) yang dibantu alat bantu dengar, ia fasih berbicara secara verbal berkat terapi intensif.

Abidah jago di berbagai bidang: fashion show, fotografi, menjahit, mendongeng, hingga public speaking.

Prestasinya mentereng: tiga tahun berturut-turut (2023-2025) menjadi Juara 1 Fashion Show tingkat Kota Surabaya. Selain itu, ia juga lolos sebagai anggota Dewan Penasihat Anak (DPA) Nasional perwakilan Surabaya dari Wahana Visi Indonesia.

Abidah ingin meraih kesuksesan agar bisa membantu keluarganya. Saat ini, ia terus berjuang mendapatkan alat bantu dengar yang sesuai karena harganya fantastis.

3. Rizky Gusti Preyambodo (22): Maestro Batik Cerebral Palsy

Berbekal diagnosis cerebral palsy (CP), Rizky membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang berkarya.

Alumni SMKN 10 Surabaya ini telah menghasilkan puluhan lukisan, batik tulis, batik marmer, dan batik sibori. Karyanya telah dipamerkan di puluhan lokasi bergengsi, mulai dari Hotel Mojopahit, Jatim Expo, hingga Lapangan Tugu Pahlawan.

Rizky juga aktif mengikuti berbagai lomba dan meraih banyak juara, termasuk Juara 3 Lomba Melukis (2021-2022) dan Juara Harapan 3 Festival Talenta Disabilitas.

Rizky bermimpi memiliki galeri sendiri untuk memasarkan karyanya. Kendala tempat dan pemasaran masih menjadi PR besar baginya.

4. Ahmad Farhan Winarto (20): Desainer Mode Bertalenta

Pemuda dengan kondisi cerebral palsy dan tuli ini menuangkan kreativitasnya di dunia fashion design. Berbagai karyanya mulai dari baju hingga aksesoris telah ia pamerkan dalam beberapa peragaan busana.

Show perdana Farhan digelar pada 2023 bersama Persana di Grandcity Surabaya. Ia juga rutin mengikuti runway show bersama teman-teman difabel lainnya.

Farhan ingin menggelar peragaan busana tunggal (solo show) untuk memamerkan karya-karyanya.

5. Wantofal Anugerah Cantik (13): Si Mungil Penuh Gaya

Cantik, siswa SMPN 34 Surabaya dengan kondisi tuli, telah menunjukkan bakat luar biasa di dunia modeling sejak kecil. Ia bergabung dengan manajemen FMD di kelas 4 SD, dan mulai menjuarai berbagai lomba di kelas 5.

Prestasinya antara lain Juara 2 Lomba Fashion Show Hari Anak dan Disabilitas Sedunia 2023, serta Penampil Terbaik dalam ajang Got Talent TVRI di Royal Plaza Surabaya.

Cantik kini memilih fokus sekolah karena orang tuanya masih sibuk bekerja. Ia akan kembali mengikuti lomba di waktu yang tepat tanpa mengganggu pendidikan.

6. Aisyah Putri Nadhifah (14): Penari Tangguh yang Melawan Rasa Minder

Diva memiliki kondisi slow learner (lambat belajar), tetapi kecintaannya pada seni tari tak pernah pudar. Sayangnya, rasa minder dan kurang percaya diri masih menghalangi langkahnya untuk bergabung dengan sanggar tari impian.

Meski belum berani tampil di panggung besar, Diva selalu antusias mengikuti perlombaan, terutama pada perayaan 17 Agustus. Dukungan penuh dari orang tua menjadi semangatnya untuk terus belajar dan mengatasi rasa malunya.

Diva berharap bisa mengikuti sanggar tari dan naik panggung dengan percaya diri.

7. Dobry Hisyam Alvedra (9): Komikus Cilik Penuh Imajinasi

Hisyam adalah siswa SDN Gunung Anyar 273 dengan kondisi slow learner. Meski butuh waktu lebih lama memahami pelajaran akademik, imajinasinya melesat luar biasa. Ia gemar membuat komik sendiri dan menyusun replika bangunan dari Lego.

Bakatnya terlihat saat ia menjadi Juara Favorit Kompetisi Lego se-Kota Surabaya pada 25 Mei 2023. Ia juga mendapat piagam penghargaan atas partisipasinya dalam gerakan pencegahan bullying di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Hisyam ingin komik karyanya diterbitkan dan dikenal banyak orang.

Pemerintah Kota Surabaya: Membangun Ekosistem Inklusif

Pengakuan terhadap ketujuh difabel kredibel ini tidak terlepas dari berbagai program inklusif yang dijalankan Pemerintah Kota Surabaya. Wali Kota Eri Cahyadi berkomitmen kuat menjadikan Surabaya kota ramah disabilitas.

1. Rumah Anak Prestasi (RAP): Wadah Kreativitas Gratis

Salah satu program unggulan Pemkot Surabaya adalah Rumah Anak Prestasi (RAP). Fasilitas yang dikelola Dinas Sosial ini memberikan wadah bagi anak-anak disabilitas untuk mengembangkan bakat dan keterampilan.

Fasilitas yang ditawarkan RAP lengkap. Mulai dari layanan konsultasi kesehatan (psikologis, dokter umum dan spesialis), berbagai terapi (wicara, okupasi, fisioterapi, refleksi, akupunktur), hingga kelas pengembangan diri seperti membatik, melukis, menjahit, fotografi, modelling, dan public speaking.

Hasil karya anak-anak RAP bahkan sudah dipasarkan secara online melalui aplikasi e-Peken milik Pemerintah Kota Surabaya, dengan hasil penjualan langsung masuk ke rekening masing-masing siswa.

2. Beasiswa Pemuda Tangguh: Akses Pendidikan Tinggi

Dalam bidang pendidikan, Pemkot Surabaya mengalokasikan Beasiswa Pemuda Tangguh bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Program ini memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal Rp2,5 juta dan uang saku Rp300 ribu per bulan.

Pada 2025, total 5.908 mahasiswa telah dibiayai melalui program ini, dan kuota akan ditingkatkan menjadi 24.000 mahasiswa pada tahun 2026.

Beasiswa ini terbuka bagi mahasiswa di 15 perguruan tinggi mitra, baik PTN maupun PTS.

3. Program Sosial dan Bantuan untuk Kelompok Rentan

Pemkot Surabaya juga meluncurkan berbagai program sosial inklusif, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar lansia dan penyandang disabilitas sebagai penerima prioritas pada 2026.

Melalui DP3APPKB, Pemkot secara rutin menggelar pelatihan keterampilan bagi perempuan disabilitas, seperti pembuatan handycraft dan bucket hijab.

Pada peringatan Hari Kartini 2026, DP3APPKB juga menggelar kelas kesehatan mental dan beauty class khusus bagi 20 perempuan disabilitas.

4. Pelatihan Digital Marketing Inklusif

Berbagai pelatihan peningkatan kapasitas bagi disabilitas juga rutin digelar. Seperti pelatihan “Retail: Digital Sales and Marketing” yang diikuti 35 penyandang disabilitas pada April 2026, hasil kolaborasi Plan Indonesia dan Galeri Disabilitas Kinasih (GADISKU).

Tugas Berikutnya: Perda Disabilitas

Meski berbagai program telah berjalan, Koalisi Disabilitas Surabaya menilai kota ini masih kekurangan payung hukum yang kuat. 15 organisasi disabilitas mendesak DPRD Surabaya segera mengesahkan Raperda Penyandang Disabilitas.

“Surabaya sebagai kota metropolitan dengan kapasitas APBD sebesar Rp12,7 triliun, tapi penyandang disabilitas masih menghadapi hambatan akses layanan publik, pendidikan, pekerjaan, hingga transportasi. Tanpa perda, komitmen inklusi hanya menjadi slogan,” tegas Ketua Koalisi Disabilitas Surabaya, Budi Santoso .

Sementara itu, sembilan daerah lain di Jawa Timur seperti Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Malang, dan Kediri, telah lebih dulu memiliki peraturan daerah tentang disabilitas.

Dengan lahirnya tujuh difabel kredibel berselempang dan komitmen pemerintah kota yang terus berbenah, Surabaya optimis kelak tak hanya unggul dalam infrastruktur, tetapi juga dalam jiwa inklusinya. Karena kota ramah inklusi adalah kota yang memberi ruang bagi semua anak untuk bersinar.

Tags: , , , , , , , ,

Bagikan ke

Tujuh Anak Surabaya Sandang Selempang Difabel Kredibel, Bukti Nyata Kota Ramah Inklusi

  • Shohifatul zuhriyah

    Kami orang tua dr Ananda cantik sangat berterimakasih kpd mentor dan pembimbing semua. Kami tidak bisa banyak kata kata selain bersyukur dan terima kasih ..semoga kedepannya cantik bisa lebih giat belajar dan meraih masa depan yg cemerlang amin.kami orang tua hanya bisa mendukung dan membersamainya dan menjaga sampai maut yg memisahkan kita.karna kita milik Allah jadi hanya bisa berdoa memohon kepadanya umur yg panjang.sukses untuk semuanyaa

    Balas 4 June 2026 | 5:50 am
  • Shohifatul zuhriyah

    Saya sebagai wali dr ananda cantik..sangat bersyukur dan berterimakasih kepada mentor pembimbing dan semua..karna kami tidak bisa berkata selain berterimakasih
    Semoga kedepannya semakin sukses lancar. Buat imabel.

    Balas 4 June 2026 | 5:28 am

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Tujuh Anak Surabaya Sandang Selempang Difabel Kredibel, Bukti Nyata Kota Ramah Inklusi

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: