● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Keisya Aizatul Azzira: Dari Corat-Coret Kertas hingga Mendongeng di TIM, Pelukis Tuli yang Menginspirasi

Keisya Aizatul Azzira: Dari Corat-Coret Kertas hingga Mendongeng di TIM, Pelukis Tuli yang Menginspirasi
Imabel.net — Di usia yang baru menginjak 16 tahun, Keisya Aizatul Azzira telah membuktikan bahwa keterbatasan pendengaran bukanlah penghalang untuk bermimpi dan berkarya.
Siswi SLB-B Negeri Karya Mulia ini tidak hanya mahir menggambar dengan segudang piala bergengsi, tetapi juga fasih mendongeng menggunakan bahasa isyarat hingga tampil di panggung nasional Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.
Perjalanannya yang luar biasa ini berawal dari kegiatan iseng corat-coret di kertas yang dilakukannya sejak masih kecil.
Bakat menggambar Keisya mulai terasah ketika ia beranjak remaja. Awalnya hanya coretan biasa, lama-kelamaan tangannya mampu melahirkan bentuk-bentuk gambar yang indah.
Berbekal keberanian, ia mulai mencoba mengikuti berbagai lomba. Hasilnya, prestasi demi prestasi berhasil ia raih.
Pada tahun 2017, ia meraih Juara 2 Lomba Menggambar dalam rangka ulang tahun Kebun Binatang Surabaya (KBS). Setahun kemudian, ia menjadi Juara 1 Lomba Menggambar Online bertema Ikon Kota Surabaya.
Namanya mulai dikenal di kalangan pelukis cilik Surabaya ketika ia berhasil menjadi Juara 1 Menggambar HBI (Hari Bahasa Isyarat) UNESA pada 2021, serta meraih Juara 2 Lomba Menggambar Piala Walikota Surabaya di tahun yang sama.
Puncaknya di tahun 2022, Keisya dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Menggambar Piala Walikota mewakili Puskesmas se-Surabaya, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa ia adalah yang terbaik di antara perwakilan dari seluruh puskesmas di Kota Pahlawan.
Tak hanya di bidang seni rupa, Keisya juga mengasah kemampuan mendongeng dalam bahasa isyarat. Pada 2023, ia meraih Juara 1 Lomba Mendongeng Bahasa Isyarat dalam ajang HBI di Grand City Surabaya.
Prestasi ini dilanjutkannya pada 2024 dengan meraih Juara 1 Lomba Mendongeng Bahasa Isyarat dalam ajang HBII (Hari Bahasa Isyarat Internasional) di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya.
Di tahun yang sama, ia bersama sahabat baiknya, Abidah, mendapat undangan istimewa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk tampil mendongeng bersama sahabat tuli Abhi Praya dan Bunda Inge Ariani di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.
“Itu merupakan hadiah yang paling istimewa dari Allah apabila kita konsisten untuk belajar,” ujar Keisya penuh haru mengenang momen tersebut.
Masih di tahun yang sama, ia meraih Juara 2 Lomba Menggambar HBII untuk perwakilan SLB se-Surabaya, dan Juara 1 Lomba Menggambar HBII di Taman Flora Surabaya.
Keisya juga aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan. Pada Juni 2023, saat masih duduk di bangku kelas 5 SD, ia ditawari bergabung dalam Forum Anak Surabaya (FAS) oleh Bapak Imam Mu’akhir dari Rumah Anak Prestasi (RAP). Awalnya, Keisya merasa sangat minder dengan keterbatasannya karena ia adalah satu-satunya pengurus FAS yang tuli dan mewakili anak muda di Surabaya. Namun, semua teman-teman dan kakak-kakak fasilitator saling merangkul dan tidak membedakan satu sama lain.
“Dari situlah Keisya mulai sering berinteraksi dengan banyak teman-teman dengar. Awalnya Keisya sangat minder dengan keterbatasannya, apalagi Keisya adalah satu-satunya pengurus FAS yang tuli dan mewakili anak muda di Surabaya. Alhamdulillah, semua teman-teman dan kakak-kakak Fasil bisa saling merangkul dan tidak membedakan satu sama lainnya,” tuturnya.
Pada tahun 2023, Pemerintah Kota Surabaya meresmikan Rumah Anak Prestasi (RAP) sebagai wadah bagi anak-anak disabilitas untuk mengembangkan bakat dan mendapatkan pelatihan sesuai minat masing-masing. Di RAP inilah Keisya belajar bahasa isyarat Bisindo dan mendongeng. Berkat dukungan dari RAP, Keisya sering tampil di berbagai acara. Dengan mengikuti berbagai kegiatan dari DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) bersama bunda-bunda dinas, Keisya belajar banyak hal tentang hak-hak anak, mulai dari PUA (Perkawinan Usia Anak), bullying (perundungan), kesehatan mental, hingga pentingnya pendampingan orang tua.
Alhamdulillah, ia masih diberikan kesempatan menjadi pengurus FAS hingga tahun 2028.
Pada tahun 2025, Keisya mendapat kesempatan bergabung dengan Forum Anak Jawa Timur (FAJ) mewakili AMPK, menambah lingkar pertemanannya dengan anak-anak dari berbagai kota di Jawa Timur.
Ia juga lolos seleksi dalam acara Kids Take Over World Children’s Day 2025 di Batang, Jawa Tengah, serta berkesempatan merayakan Hari Anak Nasional di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan. Di akhir acara, ia bisa bertemu, makan, dan berfoto bersama Ibu Gubernur Jawa Timur, bahkan masuk dalam pemberitaan media.
Harapannya ke depan, Keisya dapat membuat karya-karya gambarnya yang terus berkontribusi dalam seni dan komunikasi visual di tengah maraknya perkembangan kecerdasan buatan.
“Di era AI seperti sekarang, karya seni buatan tangan manusia tetap punya nilai dan jiwa yang tidak bisa digantikan oleh mesin,” pungkasnya penuh semangat.
Tags: Difabel, Difabel Kredibel, Disabilitas, inovasi sosial komunitas, kegiatan komunitas inklusif, komunitas inklusif, kreativitas inklusif, pemberdayaan disabilitas produktif
Keisya Aizatul Azzira: Dari Corat-Coret Kertas hingga Mendongeng di TIM, Pelukis Tuli yang Menginspirasi
Imabel.net — Di balik angka 164.294, ada wajah-wajah penuh harap yang selama ini mungkin merasa terpinggirkan. Mereka adalah murid difabel... selengkapnya
Imabel.net — Di balik gemerlap panggung dan riuhnya sorak penonton, ada seorang gadis belia yang diam-diam menyimpan cinta besar pada... selengkapnya
Imabel.net — Sebuah langkah besar untuk mewujudkan Indonesia yang benar-benar inklusif akhirnya resmi diluncurkan. Kartu Penyandang Disabilitas (KPD) Virtual hadir... selengkapnya
Imabel.net — Sorotan tajam dilayangkan Komisi E DPRD Jawa Timur kepada Pemerintah Provinsi Jatim dan seluruh Badan Usaha Milik Daerah... selengkapnya
Imabel.net — Sebanyak 29 Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) dari berbagai daerah berkumpul di Hotel Dafam Merr Surabaya pada Selasa (30/6/2026).... selengkapnya
Imabel.net — Langkah kecil seorang remaja di panggung fashion kembali membawa cerita besar tentang keberanian, perjuangan, dan kesempatan yang setara.... selengkapnya
Imabel.net — Dunia seni bagi Gilang Nugraha bukan sekadar ruang untuk menyalurkan kreativitas. Bagi pelajar SMKN 1 Surabaya jurusan Desain... selengkapnya
Imabel.net — Di balik gemerlap lampu panggung dan sorak sorai penonton, ada kisah tentang keberanian yang melampaui batas. Syabil Noor... selengkapnya
IMABEL.net — Pemerintah resmi menetapkan Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 pada 2... selengkapnya
Imabel.net — Abidah, sapaan akrab Abidah Nur Zahro Aulia Umama, bukanlah remaja biasa. Di usianya yang baru menginjak 15 tahun,... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.