● online
- Imabel ❯ Inklusif, Mandiri dan Kredibel!
- Ojol Mandiri ❯ Berdaya, bersinergi, perkasa!
- Difabel Kredibel❯ Aku bisa, kamu bisa, kita bisa!
Gilang Nugraha: Dari Kanvas hingga Pecut, Menjaga Seni dengan Karya dan Dedikasi

Gilang Nugraha: Dari Kanvas hingga Pecut, Menjaga Seni dengan Karya dan Dedikasi
Imabel.net — Dunia seni bagi Gilang Nugraha bukan sekadar ruang untuk menyalurkan kreativitas. Bagi pelajar SMKN 1 Surabaya jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) ini, seni telah menjadi bagian dari perjalanan hidup sekaligus cara untuk terus mengembangkan potensi diri.
Gilang dikenal memiliki ketertarikan kuat pada seni lukis. Ia aktif mengikuti berbagai perlombaan lukis dan terus mengasah kemampuannya melalui berbagai kesempatan. Salah satu pencapaian yang pernah diraihnya adalah Juara III Piala Unesa dalam ajang perlombaan lukis.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan dan keberanian untuk berkompetisi dapat menghasilkan pencapaian. Namun, bagi Gilang, mengikuti lomba bukan semata-mata tentang mengejar piala. Setiap perlombaan menjadi pengalaman untuk belajar, mengembangkan teknik, sekaligus memperluas cara pandangnya dalam berkarya.
Menariknya, aktivitas seni Gilang tidak berhenti di depan kanvas. Ia juga terlibat langsung dalam kesenian tradisional, khususnya Reog Surobekti Budoyo. Di kelompok tersebut, Gilang tampil sebagai penari pecut, sebuah peran yang membutuhkan keberanian, konsentrasi, kekuatan fisik, dan kemampuan menguasai gerak.
Pecut yang digunakan dalam pertunjukan pun bukan sekadar perlengkapan tari. Gilang turut memiliki keterampilan sebagai pengrajin pecut bopo berukuran sekitar tiga meter. Ia belajar memahami proses pembuatan pecut sekaligus menjaga keterampilan tradisional tersebut agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Dari lukisan hingga pecut, perjalanan Gilang memperlihatkan satu hal penting: seni dapat menjadi ruang yang mempertemukan kreativitas modern dengan warisan budaya.
Di sekolah, ia mempelajari DKV yang erat dengan dunia visual, desain, dan komunikasi kreatif. Di luar sekolah, ia justru bersentuhan langsung dengan kesenian tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dua dunia tersebut tidak harus dipertentangkan. Sebaliknya, keduanya dapat saling memperkaya. Kemampuan visual yang dipelajari melalui DKV dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kreativitas, sementara keterlibatannya dalam Reog memberikan pengalaman langsung tentang nilai tradisi, disiplin, dan kebersamaan.
Kisah Gilang juga menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam keberlangsungan seni budaya. Tradisi tidak akan berhenti menjadi sekadar cerita masa lalu apabila ada anak-anak muda yang mau mempelajarinya, mempraktikkannya, dan berani mengambil bagian di dalamnya.
Gilang adalah salah satu gambaran bahwa kecintaan terhadap seni dapat tumbuh dalam banyak bentuk. Ia melukis dengan kuas, menari dengan pecut, sekaligus membuat sendiri perlengkapan seni yang digunakannya.
Perjalanan Gilang masih panjang. Prestasi Juara III Piala Unesa dapat menjadi salah satu pijakan untuk terus berkembang di bidang lukis, sementara keterlibatannya dalam Reog Surobekti Budoyo menjadi bagian dari upayanya ikut merawat kesenian tradisional.
Di tangan generasi seperti Gilang, seni bukan hanya sesuatu yang dipertontonkan. Seni menjadi sesuatu yang dipelajari, diciptakan, dilestarikan, dan diwariskan kembali.
Dari sebuah kanvas hingga pecut sepanjang tiga meter, Gilang Nugraha sedang menulis ceritanya sendiri: tentang kreativitas, prestasi, dan kecintaan kepada budaya.
Gilang Nugraha: Dari Kanvas hingga Pecut, Menjaga Seni dengan Karya dan Dedikasi
IMABEL.net — Ada pemandangan mengharukan di sela-sela kegiatan “Training of Trainers: Breaking Attitudinal Barriers – Inclusive Banking for Persons with... selengkapnya
Imabel.net — Sorotan tajam dilayangkan Komisi E DPRD Jawa Timur kepada Pemerintah Provinsi Jatim dan seluruh Badan Usaha Milik Daerah... selengkapnya
Imabel.net — Ruang Ballroom Presisi Polresta Pontianak berubah menjadi galeri seni yang penuh makna pada Minggu (12/7/2026). Deretan kursi dan... selengkapnya
Imabel.net — Sebuah langkah besar untuk mewujudkan Indonesia yang benar-benar inklusif akhirnya resmi diluncurkan. Kartu Penyandang Disabilitas (KPD) Virtual hadir... selengkapnya
IMABEL.net — Ada yang berbeda dari suasana Ruang Kelas 102, Departemen Manajemen Bisnis, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, pada Senin hingga... selengkapnya
IMABEL.net— Di Amerika Serikat, setiap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki hak hukum yang dilindungi undang-undang untuk mendapatkan pendidikan yang dirancang... selengkapnya
IMABEL.net — Ada momen yang tak biasa di panggung Grand Final Pemilihan Duta Wisata Cak & Ning Surabaya 2026, Sabtu... selengkapnya
Imabel.net — Abidah, sapaan akrab Abidah Nur Zahro Aulia Umama, bukanlah remaja biasa. Di usianya yang baru menginjak 15 tahun,... selengkapnya
IMABEL.net — Anggota DPD RI dari Jawa Timur, Hj. Lila Istifahma, S.Si., M.E.I., atau yang akrab disapa Ning Lia, hadir... selengkapnya
Imabel.net — Langkah kecil seorang remaja di panggung fashion kembali membawa cerita besar tentang keberanian, perjuangan, dan kesempatan yang setara.... selengkapnya


Saat ini belum tersedia komentar.